"Ini memang belum terbiasa sektor kita melakukan tindakan-tindakan yang agak tegas itu dan saya juga meninjau, setiap kali mereka menimbang ditawar oleh jamaah, akhirnya jamaahnya bilang itu tanggung jawab saya sewaktu di airport," ungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, di Daker Makkah, Selasa (22/10/2013).
Selain itu, menurut Anggito, banyak jamaah yang gemar coba-coba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggito mengatakan sistem dokumentasi dan loading pas baru pertama kali dilakukan di Makkah. Sebelumnya, sistem ini diterapkan di Jeddah.
"Tahun ini dengan perubahan kebijakan tidak ada hotel transit, setiap rumah, setiap hotel itu, bertanggung jawab terhadap proses tadi itu," kata Anggito.
Ia berharap jamaah haji mematuhi aturan dan bersedia belajar dari pengalaman sebelumnya sebab di bandara tidak ada kompromi lagi karena menyangkut masalah keamanan penerbangan.
Anggito juga meminta sektor aktif mendatangkan perusahaan kargo.
"Sekarang mulai aktif mereka datangi satu-satu tapi ini mudah-mudahan seminggu lagi mulai normal. Mudah-mudahan dengan berjalannya waktu lebih normal dan kepatuhan jamaah mulai meningkat," kata dia.
(aan/rmd)










































