Modal ke Sekolah Bawa Celurit, Gir, dan Batu

Balada Anak Jakarta

Modal ke Sekolah Bawa Celurit, Gir, dan Batu

- detikNews
Jumat, 18 Okt 2013 15:08 WIB
Modal ke Sekolah Bawa Celurit, Gir, dan Batu
Salah satu kelompok siswa menyerang siswa sekolah lain di kawasan Roxy, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). (Foto: Idham Khalid)
Jakarta - Tidak memadainya fasilitas publik bagi kalangan anak-anak dan remaja ibu kota untuk beraktivitas dan berkreasi sudah menjadi masalah yang pelik. Sebagian dari kaum remaja telah terjerumus dalam perbuatan yang negatif.

Salah satu potret buram remaja Jakarta secara kebetulan terekam ketika detikcom melintasi di kawasan Roxy, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Sore kemarin pukul 16.50 WIB puluhan pelajar yang sedang berkonvoi mengendarai sepeda motor seketika berhenti di Jalan Hasyim Ashari. Tepatnya di depan gang atau Jalan Kaji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berhamburan mengejar kelompok pelajar yang berada di dalam Jalan Kaji dengan posisi tangan menghunus senjata tajam seperti celurit dan gir sepeda motor. Terlihat juga mereka membawa gasper dan batu.

Kelompok pelajar yang berada di Jalan Kaji sempat melakukan perlawanan dengan maju ke tengah jalan raya. Namun kemudian merangsek mundur dan lari ke dalam Jalan Kaji. Mereka kalah jumlah. Jumlah kelompok pelajar yang berkonvoi dengan sepeda motor bertambah banyak.

Selang berapa menit, jumlah pelajar yang berkonvoi tersebut bertambah banyak. Setidaknya satu bus besar yang penuh di sesaki pelajar baik di dalam dan di atap bus datang dan berhenti di areal tersebut seraya menyanyikan lagu 'Happy Birthday' secara bersamaan, berulang kali.

Feri, salah satu pemuda yang berada di lokasi tersebut mengungkapkan kelompok pelajar yang berkonvoi tersebut merupakan pelajar dari sebuah sekolah kejuruan di Cengkareng.

"Mereka lagi ulang tahun, makanya konvoi pakai motor dan bus, cari lawan, kalau ngelihat pakaian putih abu-abu langsung dihajar aja sama dia," kata Feri. "Sebelum nyerang siswa sekolah di sini, mereka sudah nyerang anak sekolah lain tadi."

Sumardi, seorang warga setempat mengatakan siswa yang membawa senjata tajam tidak hanya kelompok yang menyerang tapi kelompok siswa yang diserang juga sudah menyiapkan senjata tajam.

Nasrul Bakri, salah satu petugas keamanan di lokasi tersebut mengaku tidak tahu penyebab kenapa kelompok pelajar yang berkonvoi menyerang siswa sekolah lain.

"Anak sekolah sini mau keluar gerbang, langsung diserang ya masuk lagi buru-buru, untung gerbangnya cepat ditutup. Ada polisi satu orang, gak tahu dari mana tiba-tiba udah ada aja," kata Nasrul.


(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads