DPT Nasional Sudah 185 Juta, Tapi Papua Barat Masih Kosong

Jelang Pemilu 2014

DPT Nasional Sudah 185 Juta, Tapi Papua Barat Masih Kosong

- detikNews
Jumat, 18 Okt 2013 13:30 WIB
DPT Nasional Sudah 185 Juta, Tapi Papua Barat Masih Kosong
Jakarta - KPU menerapkan Sistem Informasi Daftar Pemilih (Sidalih) yang salahsatu fungsinya untuk mengupdate jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara nasional. Hingga siang ini jumlah DPT sudah terekap 185 juta dari seluruh kabupaten/kota, namun DPT Propinsi Papua Barat masih kosong.

Update DPT dalam Sidalih dilakukan secara online oleh KPU Kabupten/Kota, yaitu setelah melakukan pemutakhiran daftar pemilih mereka langsung mengunggahnya di website KPU. Sehingga secara berkala jumlah DPT akan bertambah secara nasional.

Nah, dalam sistem informasi daftar pemilih yang bisa diakses melalui website KPU www.data.kpu.go.id sudah ada 185.296.741 pemilih yang fiks dari 33 propinsi. Tapi dalam data itu seluruh kabupaten/kota di Papua Barat masih kosong. Ada apa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jaringan di Papua dan Papua Barat belum begitu bagus, bahkan di pusat kotanya masih sangat lambat. Ini kendala akses. Bahkan sudah kita kirim tim untuk membantu, tapi nggak bisa juga," kata komisioner KPU Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (18/10/2013).

Menurut Arief, beberapa propinsi lain juga ada yang belum masuk seluruh DPTnya, misal di Maluku dan Maluku Utara. Lagi lagi soal akses internet, lainnya karena kendala operator.

"Mereka akhirnya data ke sini (KPU pusat) dan diunggah di sini," ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh komisioner KPU lainnya Ferry Kurnia Rizkiyansyah soal alasan keterlambatan masuknya data. Menurutnya, tim KPU dari Propinsi Papua Barat sudah tiba di KPU pusat sejak Rabu (16/10) kemarin untuk melakukan pengunggahan data DPT.

"Saat ini mereka masih entry data di sini, mereka datang sejak Rabu. Selain jaringan yang susah di sana, banyak juga yang masih tulis tangan," kata Ferry.

"Saat ini sudah 185 juta yang masuk Sidalih, asumsinya 187 juta. Jadi tinggal sedikit lagi, mudah-mudahan bisa selesai," imbuh mantan ketua KPU Jawa Barat itu.

(/van)


Berita Terkait