Dino mengunjungi Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2013) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Dino didampingi istrinya, Rosa Rai Djalal, yang merupakan Presiden Asosiasi Wanita Muslim Amerika.
Dalam pertemuan tersebut, Dino menyampaikan apresiasinya terhadap peran Ketua Umum PBNU sebagai pendekar toleransi dan kebebasan beragama. "Beliau juga merupakan tokoh Islam yang dihormati, baik di Indonesia maupun dunia internasional," ujar Dino dalam pernyataannya.
Dino juga menambahkan bahwa ia mengagumi Nahdatul Ulama dan 60 juta anggotanya yang telah menjadi kekuatan penting bagi bangsa Indonesia, baik dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan kerukunan antar umat.
Setelah pertemuan tersebut, KH. Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa mereka mempunyai visi, misi, dan tujuan yang sama untuk membangun bangsa Indonesia. Konsep 'Nasionalisme Unggul' yang diusung Dino dapat menjawab tuntutan perkembangan jaman dan sesuai dengan ajaran Islam.
Selain itu, Dino juga menambahkan pentingnya menjaga ke'Indonesia'an dan perlunya sikap moderat di abad 21, terutama terhadap kebhinekaan dan pluralisme. Menurut Dino, toleransi dan kebhinekaan menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan itu yang membedakan dari bangsa lainnya.
Dalam pidato konvensinya, Dino menyampaikan visi mengenai 'Nasionalisme Unggul', yang salah satunya mengenai kondisi umat Islam di dunia, bagaimana mencegah potensi konflik dan menangkap peluang baru dalam menjalin kerjasama lintas agama secara global (interfaith dialogue).
(ega/rna)











































