Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Dr dr Fidiansjah, mengatakan para tamu Allah tersebut akan diberangkatkan dengan menggunakan armada bus dan ambulans milik RS Arab Saudi.
"Enam bus untuk jamaah yang harus berbaring. Tiga bus untuk mereka yang duduk dan sisanya menggunakan ambulans dari rumah sakit Arab Saudi," papar Fidiansjah seperti yang dikutip dari tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat (11/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan jamaah haji Indonesia menggunakan ambulans milik Arab Saudi lantaran hanya armana itu yang diizinkan masuk ke areal wukuf di Arafah.
"Kami tetap menyediakan 14 ambulans jika diperlukan pada detik-detik terakhir," ujar dia.
Untuk jamaah haji yang dibadalhajikan, lanjut Fidiansjah, akan dibagi dua terdiri atas jamaah haji yang dibadalhajikan secara total dan jamaah haji yang dibadalhajikan sebagian.
"Pada periode wukuf di Arafah ada yang dibadalhajikan secara total yaitu
jamaah haji yang dirawat di rumah sakit Saudi. Namun, ada yang jumrohnya dibadalkan tetapi tawaf ifadhah dilakukan sendiri," ungkap Fidiansjah.
(aan/fjr)











































