"Saya takut, saya nggak tahu mau kemana lagi," ujar tersangka pembunuhan, Yoko di Mapolsek Duren Sawit, Kamis (10/10/2013).
Usai melakukan pembunuhan, Yoko melarikan diri dari kejaran polisi selama dua tahun . Dalam kurun waktu itu, ia kerap berpindah-pindah tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama di Pulau Jawa, Yoko mengaku tinggal berpindah-pindah. Sampai akhirnya pelarian di berakhir ke Kalimantan.
"Saking stres saya pas di Semarang ada orang yang mengajak ke Kalimantan saya ikut dengan menaiki kapal laut," ucap pria paruh baya itu
Selama di Kalimantan, Ia mengaku sebagai 'Pengembala Gereja'. Ketika melakoni profesinya, Yoko selalu mendapat imbalan dari jemaat.
"Selama di sana pergi ke gereja, lalu memberikan pelayanan doa dari desa ke desa di pedalaman Kalimantan," imbuhnya.
Meski begitu, selama perlarian ia mengaku stres sampai berbulan-bulan. Yoko bersyukur selama pelarian banyak yang menolongnya.
"Saya makan dari orang-orang itu, berkat kasih tuhan," ungkapnya.
(edo/mnb)










































