"Saya pernah mengalami waktu fit and proper test, ada orang ngaku-ngaku sekretaris Komisi III, Pak Trimedya (Trimedya Panjaitan)," kata Harjono mengawali kisahnya.
Hal ini disampaikan Harjono saat berbincang dengan wartawan di Kantor MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu saya minta mau ngomong langsung dengan Pak Trimedya. Karena saya hafal suaranya, pas dia ngomong, saya langsung bilang: ini bukan suara Pak Trimedya, saya hafal betul suara Pak Tri," ungkapnya.
Itu baru cerita pertama. Harjono juga ngaku pernah ditelepon seorang menteri gadungan.
"Ada lagi yang ngaku-ngaku RI-2 ke sekretaris saya. Nelepon ke kantor, terus saya tanya RI-2 ini siapa? Andi Mallarangeng. Oh, kalau Pak Andi saya kenal dari zaman UGM dan biasanya langsung nelepon ke HP saya. Langsung ditutup teleponnya oleh orang itu," kenang Harjono.
"Pernah juga ada yang mengaku Bambang Kesowo, saya mau ke Banda Aceh, kalau situ ada urusan saya bantuin lewat Setneg," kenangnya.
Harjono mendukung pengusutan orang tak bertanggung jawab tersebut, termasuk orang yang meminta Rp 20 miliar kepada kubu Rieke Diah Pitaloka dalam sengketa Pilkada Jabar di MK. "Kalau memang ada seperti itu, jebak dia. Kalau memang bisa terbukti ya ungkap saja," kata Harjono.
(van/nrl)











































