"Perubahan kondisi nasional dapat diwujudkan dan hanya akan hadir apabila kebijakan para pemimpin pemerintahan memiliki bobot sebagai pemimpin perubahan dan sebagai pendobrak," ujar Wiranto, dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (7/10/2013).
Hal tersebut merupakan kesimpulan dalam disertasi yang dibuat Wiranto untuk meraih gelar doktor dalam sidang terbuka yang akan digelar hari ini, Senin (7/10) di Universitas Negeri Jakarta. Ujian tersebut merupakan salah satu syarat bagi Wiranto meraih gelar doktor di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โDengan kata lain, perubahan kondisi nasional mau tidak mau harus melalui kebijakan-kebijakan
Para pemimpin tersebut. Selanjutnya, melalui proses kausal, suatu kebijakan itu akan dipengaruhi oleh kompetensi, seleksi, dan rekrutmen," kata Wiranto.
Ujian dalam sidang terbuka ini rencananya akan dihadiri juga oleh para mantan pejabat Negara dan tokoh nasional seperti BJ Habibie, Try Sutrisno, Jusuf Kalla, Salahuddin Wahid, Hary Tanoesoedibjo, Akbar Tanjung, Djan Faridz, Irman Gusman, AM Hendro Priyono, Jimly Asshidiqie, Kwik Kien Gie, Agung Laksono, Hamzah Haz, Purnomo Yusgiantoro, dan banyak lagi tokoh-tokoh lainnya yang cukup dekat dengan Wiranto.
Disertasi Wiranto berjudul 'Pengaruh Rekrutmen, Seleksi, Kompetensi, dan Kebijakan Terhadap Perubahan Kondisi Nasional'. Disertasi tersebut akan diuji sejumlah guru besar UNJ, seperti Prof Dr Bedjo Sujanto yang juga rektor UNJ, Prof Dr H Djaali, Prof Dr Muchlis R Luddin MA, Prof Dr Maruf Akbar MPd, Prof Dr Thamrin Abdullah MM MPd, Prof Dr Mukhneri MPd, dan Prof Dr Thomas Suyatno MM.
(rmd/bag)










































