Namun kasus korupsi yang menjerat Akil memunculkan pertanyaan keterlibatan Anwar dan Maria. Walau belum tentu keduanya terlibat, mantan Ketua MK Mahfud MD menyayangkan munculnya kecurigaan masyarakat terhadap dua hakim konstitusi tersebut.
"Secara pribadi, Bu Maria orang yang lurus, setiap menjelang sidang berdoa dulu. Tapi kecurigaan masyarakat harus dijawab oleh KPK karena simbol korupsi kan tikus. Tikus tidak mungkin jalan sendiri, jadi diperiksa saja, deminegakan hukum," kata Mahfud di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan saja diperiksa, KPK harus mengembangkan itu. Di pengalaman saya mungkin saja hakim lain tidak tahu mengenai uang. Misal vonis sudah diputus dengan benar tiba-tiba salah seorang menelepon yang menang. Kamu kalau menang kirim uang ke saya, padahal sudah menang. Jadi kemungkinan hakim lain tidak terlibat," ujar Mahfud.
Mahfud menjelaskan dalam sebuah putusan perkara di MK harus melalui pleno bersama 9 hakim konstitusi. Namun tidak menutup kemungkinan panel tidak membawa ke pleno.
"Iya dan itu sah menurut UU. Sebetulnya kasus yang sudah bisa diprediksi kemenangan atau kekalahannya harus dibawa ke pleno. Tapi kalau masalah serius, yang 9 hakim tanya kenapa seperti itu. Tapi rata-rata 3 orang yang memutus kasus," ujar Mahfud.
"MK cuma 3 kelompok majelis, kasus ratusan. Kalau 14 hari tidak putus kasus batal, itu kasus pilkada. Saya mengusulkan agar diperpanjang," ujar Mahfud memberikan saran meminimalisir ruang gerak untuk tindakan koruptif.
(vid/mad)











































