Isu 'Faksi Prabowo' dan 'Faksi Jokowi' di Internal PAN

Isu 'Faksi Prabowo' dan 'Faksi Jokowi' di Internal PAN

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 27 Sep 2013 14:17 WIB
Isu Faksi Prabowo dan Faksi Jokowi di Internal PAN
Jakarta - Saat ini sejumlah elite PAN mulai menyuarakan duet Jokowi-Hatta atau sebaliknya, mereka disebut 'Faksi Jokowi'. Sedangkan kubu seberang, 'Faksi Prabowo', juga terus bergerilya mencari celah menduetkan Prabowo-Hatta.

'Faksi Jokowi' terus menggelorakan dukungan duet gabungan Hatta-Jokowi. Duet Hatta-Jokowi atau Jokowi-Hatta dinilai cukup kuat menghadapi Pilpres 2014.

"Faksi Jokowi 90%," klaim salah seorang anggota MPP PAN yang enggan disebutkan namanya, Jumat (27/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sulit untuk melacak siapa saja politikus PAN yang masuk 'Faksi Jokowi' dan 'Faksi Prabowo', karena keduanya sama-sama mencari celah untuk mengusung Ketua Umum PAN Hatta Rajasa ke Pilpres 2014.

"Lebih realistis Jokowi-Hatta, melihat elektabilitas Jokowi yang sangat tinggi," kata sumber tersebut.

Namun 'Faksi Prabowo' juga tak tinggal diam. Pertemuan-pertemuan mulai dilakukan. Hatta sendiri juga mulai menjalin komunikasi erat dengan PDIP maupun Gerindra.

"Komunikasi kita dengan Gerindra dan PDIP bagus. Termasuk partai-partai menengah berbasis Islam. Dan Pak Hatta tokoh yang paling luar biasa dalam komunikasi politik," kata Sekretaris FPAN DPR Teguh Juwarno yang menilai duet Prabowo-Hatta sangat terbuka, Sabtu (14/9) lalu.

Sementara Ketua DPP PAN Bara Hasibuan membenarkan di dalam internal PAN sendiri banyak yang mendukung Hatta untuk berdampingan dengan Jokowi. "Gabungan Hatta dan Jokowi dianggap paling ideal dan saling melengkapi, baik dari segi gaya kepemimpinan dan pengalaman di pemerintahan. Pasangan Hatta dan Jokowi dianggap mampu membawa Indonesia untuk mencapai masa depan yang lebih baik," terang Bara, dalam siaran pers, Jumat (27/9).

Tak hanya itu, Bara pun mengakui PDIP memiliki banyak kesamaan dengan partainya, sehingga sangat relevan untuk membangun kemitraan di masa yang akan datang.

"Sedangkan secara platform politik, PAN dan PDIP memiliki banyak persamaan. PAN juga melihat PDIP sebagai salah satu mitra potensial dalam melakukan perbaikan dan melanjutkan perubahan Indonesia di masa yang akan datang. Sebagai partai terbuka kami juga merasa cocok dengan PDIP yang merupakan kekuatan politik dan partai nasionalis tertua di Indonesia," paparnya.

Lalu jalan mana yang akan diambil Hatta? Apakah duet Prabowo-Hatta Rajasa, ataukah Duet Jokowi-Hatta Rajasa?

(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini