Imigrasi Batam Sosialisasi Patroli 'Pelabuhan Tikus' ke Warga Pesisir

Imigrasi Batam Sosialisasi Patroli 'Pelabuhan Tikus' ke Warga Pesisir

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Selasa, 24 Sep 2013 22:35 WIB
Imigrasi Batam Sosialisasi Patroli Pelabuhan Tikus ke Warga Pesisir
Ilustrasi Imigran
Batam, -

Batam kerap menjadi sasaran pintu masuk bagi para imigran gelap melalui pelabuhan-pelabuhan tradisional yang tersebar di wilayah tersebut. Patroli di titik-titik pelabuhan tikus digencarkan, termasuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat sekitar yang ada di kawasan 'pelabuhan tikus' yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

"Kita sudah mulai sosialisasi ke masyarakat sejak Juli. Nanti kita akan sosialisasi di kampung yang berbeda-beda secara bertahap. Kita ingin memberi pemahaman pada warga agar tidak terjadi perselisihan saat patroli ini dilaksanakan," kata PLH Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam, Rafli, di kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Jalan Engku Putri, Batam Center, Batam, Selasa (24/9/2013).

Hal ini dikatakan Rafli saat bertemu wartawan dalam rangkaian perjalanan Publisitas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman agar masyarakat ikut serta untuk menghalau para imigran gelap masuk ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai daerah mereka dijadikan tempat penyelundupan para imigran gelap," lanjut Rafli.

Sosialisasi tahap pertama dilakukan di Kampung Teluk Mata Ikan, Nongsa. Selanjutnya Imigrasi Batam menyasar Kampung Jabi untuk mensoalisasikan patroli ini di bulan Oktober.

"Kita membuat skala prioritas. Dan kedua lokasi ini (Kampung Jabi dan Kampung Teluk Mata Ikan) berdasarkan informasi yang kami terima termasuk yang memiliki intensitas orang yang datang dan pergi cukup tinggi," terangnya.

Pelabuhan tradisional ini biasa ditempati bersandar kapal-kapal kecil milik warga yang bekerja sebagai nelayan. Dan tidak dilengkapi dengan penjagaan karena sifat pelabuhannya yang masih merakyat. Karena kurangnya penjagaan, disinyalir cukup banyak penyelundupan yang terjadi.

Dalam pelaksanaannya, pihak Imigrasi bekerjasama dengan Direktorat Polisi Air, IOM (Internasional Organisation for Migration). Meskipun telah mengikutkan banyak pihak, imigrasi Batam mengaku sangat berhati-hati melakukan langkah pesuasif pada warga karena perkembangan pelabuhan tradisional ini cukup menghidupi perekonomian warga.

"Kita lakukan bertahap. Karena kan jangan sampai mereka ada perlawanan karena berhubungan dengan penghasilan mereka," pungkasnya.

Di kota Batam sendiri, Imigrasi memiliki 7 tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) laut yang berada di pelabuhan Sekupang, Kabil (pelabuhan barang), Harbor Bay, Batam Centre, Batu Ampar (pelabuhan barang), Marina City dan Nongsa. Selain itu juga terdapat 1 TPI udara yang berada di bandara Hang Nadim, Batam.

(mnb/ahy)


Berita Terkait