Kalla: Parsel Sebagai Silaturahmi Maksimal Rp 200 Ribu
Jumat, 05 Nov 2004 13:42 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melunak soal parsel. Menurut Kalla parsel sebagai silaturahmi dan bukan sogokan boleh diterima. Karena itu nilainya tidak boleh lebih dari Rp 200 ribu.Menurut Kalla, parsel yang boleh diterima itu bisa berupa parsel dari atasan ke bawahan seperti yang disarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Tapi bisa juga parsel dari relasi, dan yang menerima kemudian mendistribusikan lagi ke bawah," katanya kepada wartawan usai salat Jumat didi aula Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/11/2004)Dijelaskan Kalla, kalau misalnya menerima parsel akan ia berikan ke bawah atau ke panti asuhan. "Kita kan sudah sepakat bahwa parsel sebagai silaturahmi, bukan sogokan. Karena itu nilainya tidak boleh lebih dari Rp 200 ribu. Itu kan sama saja dengan kita menerima kue dari tetangga."Dalam kesempatan itu Kalla juga menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idul Fitri memiliki dampak ekonomi yang baik, yaitu pemerataan. Walau di sisi lain mengakibatkan melonjaknya sejumlah komoditas akibat tingginya permintaan dalam waktu yang bersamaan."Wajar saja itu, nggak apa-apa. Yang dapat manfaat kan rakyat kecil. Para peternak ayam, petani sayuran, pedagang pasar, itu kan pemerataan," demikian Wapres Jusuf Kalla.
(gtp/)











































