Luka Frans didapat saat dia terlempar dan tak sadarkan diri akibat 'amukan' Altis yang dikemudikan David (22).
Saat itu dia bersama Fikri dan Salbila sedang makan otak-otak sebelum Toyota Altis berkecepatan tinggi 'menyeruduk' mereka. Otak-otak itu tak bisa dinikmati hingga tandas karena Frans dkk terhantam Altis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frans mengatakan, dia bersama Fikri dan datang ke Senayan dengan mengendarai Toyota Vios bernopol B 71 AL. Sekitar pukul 5 pagi, dari arah Senayan melaju Toyota Altis bernomor polisi B 1469 NBB dengan kecepatan tinggi.
"Mobilnya tiba-tiba saja menabrak mobil-mobil yang ada di situ," kata Frans yang mengenakan celana pendek hitam dan baju hitam ini.
Altis menabrak Honda Accord bernopol B 8049 AG, Toyota Vios milik Frans dan juga Mercy biru bernopol B 2345 KA. Mobil Altis ini juga kemudian menabrak orang-orang yang berada di lokasi itu.
Akibat kecelakaan ini Fikri dan Sabila tewas sedangkan Frans terlempar dan tak sadarkan diri. Kecelakaan iini menyebabkan Frans terluka di bagian lututnya.
"Mobilnya kencang dan saya tidak mendengar ada suara rem, sepertinya dia tak berupaya untuk mengerem," katanya.
Saat ini Frans masih berada di Unit Laka Polda di Pancoran untuk dimintai keterangan. Saat datang ke kantor polisi dia didampingi oleh kerabatnya.
(nal/nrl)











































