Akan tetapi ketika detikcom mendatangi kedua tempat tersebut pada Jumat (20/9/2013), kedua blok ini tampak sepi pembeli. Ketika blok C baru diisi 3 pedagang, di blok B yang memang dikhususkan untuk pedagang sayur mayur telah diisi banyak PKL, akan tetapi masih dengan masalah yang sama, yakni sepi pembeli.
"Yang belanja paling pelanggan kita doang. Sepi banget deh, balik modal aja enggak," ujar Sri (42) pedagang sayur blok B saat ditemui detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang turun ke bawah buat dagang secara asongan. Soalnya mereka mikir, nggak laku disini. Kalau saya mah, nggak kuat mau naik-turun," tuturnya.
Hal yang sama juga diakui pedagang sayur lainnya bernama Saidi (40). Selain sepi pembeli, dia beranggapan konsumen lebih memilih berbelanja di Lokbin (lokasi binaan) yang berada persis di depan Terminal Pasar Minggu.
"Orang sih mendingan belanja kesana, selain dibawah, deket terminal juga kan. Konsumen kan mikirin efisiensi, mana yang deket. Daripada naik keatas sini kan?," kata Saidi.
Menurut manajer PD Pasar Jaya Ruyani, keberadaan lokbin memang memiliki efek tersendiri terhadap sepinya konsumen yang berbelanja di blok B.
"Ya gimana ya, dagangannya sama, ya saingan jadinya. Apalagi tempatnya dibawah kan, orang cenderung akan berbelanja di tempat yang lebih dekat," tuturnya.
Saat ini pedagang blok B dan C berharap PD Pasar Jaya dapat menemukan solusi untuk membawa konsumen ke lokasi mereka yang baru tersebut. "Walau gimanapun juga, kita disini cari makan, kalau sekarang aja nggak nemu untungnya, kita mau makan dan nyari modal untuk jualan berikutnya pakai apa?" pungkas Saidi.
(rii/lh)










































