Abdul Gafur: Fahmi Janji Bubarkan Forum Pembaruan Golkar
Kamis, 04 Nov 2004 14:48 WIB
Jakarta - Tokoh Partai Golkar, Abdul Gafur menyatakan, Fahmi Idris pernah berjanji untuk membubarkan Forum Pembaharuan Partai Golkar yang disponsorinya, yang berujung pada pemecatan terhadap dirinya dan 11 koleganya.Eks menteri era Soeharto itu menyatakan hal tersebut dalam sidang lanjutan gugatan Fahmi-Marzuki terhadap Akbar Tandjung dan Partai Golkar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl.S.Parman, Kamis (4/11/2004). Gafur adalah saksi yang diajukan oleh kubu Akbar dan Golkar.Gafur menceritakan, dia pernah menemui Fahmi pada malam sebelum pemecatan. "Dia bersedia untuk segera menghentikan Forum Pembaruan Partai Golkar yang digagasnya. Bahkan besok akan dibubarkan. Tapi itu disampaikan secara lisan," ceritanya.Diakuinya, sebelum dipecat penggugat telah mendapat peringatan. "Ya ada peringatan-peingatan yang saya tahu. Mereka (Fahmi-Marzuki), diberikan warning jangan melanjutkan usaha-usaha yang bertentangan dengan Rapim (mendukung Mega). Apalagi sejak dibentuknya Forum Pembaruan Partai Golkar, warning kembali dikeluarkan," jelasnya.Gafur mengakui, proses pemecatan terhadap keduanya ada tahapannya. "Ya, ada tahap-tahapnya, yaitu peringatan-peringatan pemberhentian sementara, dan pemberhentian tetap," katanya.Hal ini berlawanan dengan saksi Joeslin Nasoetion yang turut dipecat, yang dalam kesaksiannya Rabu kemarin menyatakan langsung menerima surat pemecatan, tanpa ada peringatan-peringatan lebih dulu.Lebih lanjut Gafur menyatakan, pada Rapim IX yang isinya mendukung Mega, Fahmi Idris juga hadir. "Tetapi Fahmi tidak menyampaikan visi misi perbedaan pendapatnya. Saya memang tidak sepakat untuk mendukung Mega-Hasyim, tapi saya mendukung netral," urai Gafur.Gafur menceritakan, dia ditugaskan untuk bertemu Fahmi sebelum ada surat pemberhentian tetap. "Dan tidak benar ada permintaan tanda tangan dari yang bersangkutan untuk menyetujui Rapim IX," tegas Gafur. Pernyataan Gafur menyangkal kesaksian sebelumnya terhadap adanya 12 tim yang meminta tanda tangan persetujuan hasil Rapim IX kepada 12 orang yang akan dipecat.Gafur menjelaskan, pada tahun 1998 banyak kader Golkar yang membentuk partai sendiri, seperti R.Hartono dan Edi Sudrajat. Tapi tidak ada yang dipecat oleh Golkar."Mereka tidak membelot dari partai. Maka itu tidak dipecat. Dan mereka bukan pecahan dari Partai Golkar," katanya.Ditanya apakah pemberhentian Fahmi dan Marzuki apakah melanggar AD/ART atau tidak, Gafur menyatakan, hal itu masih dalam perdebatan
(nrl/)











































