"Pertemuan itu menunjukkan prilaku politik NasDem, berpolitik dengan hati yang damai. NasDem tidak boleh berpolitik hanya mengutamakan kepentingan NasDem dan mengabaikan kepentingan bangsa. Kalau kita bicarakan next bangsa ini seperti apa, NasDem akan bicara dengan siapapun," kata Sekjen NasDem Patrice Rio Capella menjelaskan isi pertemuan dengan Golkar saat dihubungi via telepon selular, Selasa (10/9/2013).
Rio mengatakan belum ada pembahasan soal koalisi dalam pertemuan itu. Pembicaraan hanya seputar permasalahan bangsa.
"Pembicaraan koalisi itu setelah pileg, setelah posisi partai jelas. Kekuatan itu digabung tentu setelah pileg," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Wasekjen Golkar Tantowi Yahya juga mengatakan tak ada deal politik dengan NasDem. Pertemuan itu lebih karena kedekatan.
"Golkar dan NasDem itu saudara, berasal dari ibu yang sama," kata Tantowi.
Meski demikian, Tantowi tak menutup kemungkinan koalisi dengan NasDem. Golkar membuka diri untuk koalisi dengan partai mana pun.
Apakah NasDem menawarkan cawapres untuk Ical?
"Saya rasa terlalu jauh. Namun memang seluruh tokoh-tokoh politik yang saat ini moncer, masuk kantong kami untuk dibahas. Apakah itu Jokowi, Mahfud MD, Dahlan Iskan, termasuk SP (Surya Paloh-red). Kalau elektabilitasnya bagus, kenapa tidak," pungkas Tantowi.
(tor/van)











































