Menuju Perhelatan Akbar dengan Kereta Express Sapsan

Salam G20 dari St Petersburg (7)

Menuju Perhelatan Akbar dengan Kereta Express Sapsan

Lailal K. Yuniarti - detikNews
Jumat, 06 Sep 2013 18:05 WIB
Menuju Perhelatan Akbar dengan Kereta Express Sapsan
Moskow -

Rabu, 5 September 2013 pagi, satu gerbong dengan Menteri Perdagangan, Dirut Garuda serta Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal di gerbong lain, saya meluncur menuju Kota Saint Petersburg dengan kereta Sapsan, kereta cepat Moskow-Saint Petersburg, untuk mengikuti perhelatan akbar KTT G20.

Perjalanan ditempuh dalam waktu 4 jam dengan jarak tempuh sekitar 800 km Moskow-Saint Petersburg. Sapsan yang dalam Bahasa Inggris berarti Peregrine Falcon ini adalah kereta express buatan Siemens, Jerman, yang mulai dioperasikan pada bulan Desember 2009. Memiliki kecepatan 250 km/jam, Sapsan yang berkapasitas 600 penumpang merupakan bagian dari keluarga Siemens Valero.

Pembuatan gerbong Sapsan dimulai sejak penandatanganan kontrak senilai 276 juta Euro pada tanggal 18 Mei 2006 untuk pemesanan 8 kereta cepat. Pembelian tersebut diikuti dengan kontrak pemeliharaan selama 30 tahun senilai 300 juta Euro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan, Sapsan yang dikelola oleh Russian Railways ini menjadi alternatif pilihan moda transportasi utama dari Moskow menuju Saint Petersburg. Tidak hanya digunakan oleh kalangan bisnis tapi juga menjadi favorit keluarga termasuk Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Djauhari Oratmangun, yang kerap menggunakan Sapsan. Kereta cepat ini pun menjadi satu-satunya kereta yang paling memberikan keuntungan bagi Russian Railways, dengan tingkat occupancy yang mencapai sekitar 85%.

Harga tiket rata-rata untuk kelas ekonomi adalah 76-114 dolar sedangkan kelas bisnis mencapai 137-213 dolar. Sejak bulan Juli 2012, Russian Railways menerapkan tarif sistem bervariasi tergantung pada tanggal penjualan tiket (makin dekat keberangkatan makin mahal) dan persentase penumpang per kereta. Variasi harga ini bisa kita ketahui saat melakukan proses booking baik online maupun pembelian melalui loket/travel agent.

Beroperasinya kereta cepat Sapsan ini sempat menghentikan beroperasinya kereta siang Moskow-Saint Petersburg yang harga tiketnya lebih terjangkau. Namun sejak akhir tahun 2012, kereta siang ini beroperasi kembali.

Naik di kelas ekonomi saja sudah sangat nyaman, jangan tanyakan bagaimana di kelas bisnis. Penumpang di kelas bisnis mendapatkan pelayanan prima layaknya kelas bisnis di pesawat udara. Kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi meskipun hanya gratis untuk sekitar 15 menit pertama. Selebihnya, Anda harus merogoh kocek untuk membayar fasiitas ini. Untuk penggunaan 30 menit dikenakan biaya 70 rubel, kurang lebih 2 dolar. Kalau tidak ingin, Anda bisa menikmati waktu 4 jam untuk beristirahat, tidur, mengerjakan tugas kantor atau memandangi hutan dan pedesaan Rusia yang hijau di musim panas atau memutih saat salju turun di musim dingin.

Tidak nampak perbedaan mencolok di stasiun Moskovskiy Vokzal Saint Petersburg saat para kepala negara G20 berdatangan, karena semua menggunakan pesawat udara. Namun demikian, Pemerintah Rusia tetap mengantisipasi kemungkinan kedatangan delegasi dengan kereta khususnya dari Moskow. Penjagaan keamanan juga ditingkatkan selain menempatkan sejumlah information desk G20 di beberapa sudut stasiun.

Rusia memang tidak kalah dalam hal pelayanan dan kenyamanan para peserta berbagai pertemuan internasional seperti halnya G20. Meskipun untuk semua kenyamanan dan pelayanan prima itu seluruh delegasi harus melewati pemeriksaan ketat di setiap lokasi pertemuan.

* Lailal K.Yuniarti, Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow



(nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads