Polisi Akan Cek Pistol yang Dipakai Jaksa MP Saat Gebrak Pegawai SPBU

Polisi Akan Cek Pistol yang Dipakai Jaksa MP Saat Gebrak Pegawai SPBU

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 04 Sep 2013 17:57 WIB
Polisi Akan Cek Pistol yang Dipakai Jaksa MP Saat Gebrak Pegawai SPBU
Ruang SPBU tempat Jaksa Marcos beraksi
Jakarta - Pihak kepolisian belum memastikan benda yang mirip senjata yang digunakan Jaksa MP, saat mengintimidasi pegawai SPBU itu adalah pistol benaran atau tidak. Untuk memastikan kebenaran bahwa benda itu adalah pistol, kepolisian akan mengeceknya.

"Untuk senpi nanti juga akan dilakukan pemeriksaan. Apakah masuk (senjata untuk) beladiri atau lainnya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (4/8/2013).

Rikwanto mengatakan, pihaknya akan memperdalam soal benda yang menyerupai pistol itu dengan mengkros-cek saksi di lokasi kejadian, SPBU Mekar Jaya, Serpong, Tangerang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yg perlu kita dalami. Kita perlu keterangan saksi yang melihat bentuk senjata tersebut seperti apa," imbuh Rikwanto.

Sementara itu, saat ditanya apakah Jaksa MP memiliki senjata api, Rikwanto mengatakan, "Sementara ada padanya. Kaitan dia miliki secara sah atau tidak nanti akan didalami".

Guna menyelidiki kepemilikan senjata pada Jaksa MP, kepolisian juga akan mengeceknya ke pihak Kejasaan.

"Penyidik juga akan mintai keterangan Jamintel. Yang biasa urus senjata (di Kejaksaan) itu kan Jamintel," tutupnya.

Peristiwa intimidasi itu terjadi di SPBU 34-15317 Mekar Jaya, Serpong, Tangerang pada senin (02/09), pukul 14.00 WIB. Berawal ketika istri MP mengisi bensin di Pom Bensin tersebut. Namun, lantaran posisi tangki mobil tidak sesuai dengan selang pom bensin, sehingga Priatna meminta agar istri MP itu memutar balik kendaraannya.

Namun istri MP tidak terima dan memarahi korban dan selanjutnya memanggil MP. Setelah MP datang ke SPBU tersebut, MP langsung mengajak Priatna masuk ke dalam kantor SPBU.

Percekcokan keduanya ini lantas dilihat oleh pengawas SPBU bernama Pindah Iskandar. Pindah kemudian berniat mencegah agar tidak terjadi keributan. Di saat itulah, MP mengeluarkan senjata apinya dan meletakannya di atas meja kantor SPBU.

Dengan arogannya, MP lalu mengajak Priatna untuk berkelahi. Pindah lagi-lagi melerai keributan itu, namun saat itu ia tiba-tiba pingsan. Sementara MP langsung meninggalkan kantor SPBU tersebut.

(mei/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini