Tolak Relokasi, Pedagang Klithikan Datangi Pemkot Yogya
Selasa, 02 Nov 2004 18:00 WIB
Yogyakarta - Para pedagang klithikan (barang bekas) di Jl Asem Gede dan Jl Mangkubumi menolak dilakukan relokasi oleh pemerintah kota Yogyakarta. Mereka menolak pindah ke bekas terminal Terban Gondokusuman atau di bekas pasar hewan Kuncen Jl HOS Cokroaminoto Yogyakarta.Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Umum Koperasi Pedagang Kltihikan Asem Gede Mangkubumi, M. Abadi Datuk Kinali bersama 10 orang rekannya ketika mendatangi kantor walikota Yogyakarta di Timoho Yogyakarta, Selasa (2/11/2004).Mereka menolak dengan alasan bila pindah tempat belum tentu dapat memperoleh pasar/konsumen yang lebih baik sepertri sekarang ini. "Kita butuh waktu lama untuk mencari konsumen sementara itu di Asem Gede dan Mangkubumi pasar sudah terbentuk cukup lama," katanya.Saat berdialog antara wakil pedagang klithikan dengan Wakil Walikota Yogyakarta Syukri Fadholi diruang kerjanya berlangsung secara tertutup selama satu jam. Seusai pertemuan Syukri bersama perwakilan pedagang dan pejabat terkait langsung meninjau Pasar Hewan Kuncen yang rencananya akan dijadikan penampungan pedagang klithikan dan pedagang barang antik. Untuk merelokasi itu, pemkot menganggarkan dana sebasar Rp 3 miliar dan akan direalisasikan pada triwulan pertama tahun 2005.Menurut Syukri setelah dilakukan dialog para wakil pedagang klitihikan sudah bisa memahami mengenai rencana relokasi yang akan dilakukan pemkot Yogya. Sebagai tindaklanjut disepakati adanya tim gabungan yang beranggotakan dari pemkot dan perwakilan dari pedagang."Tim ini akan bertugas untuk melakukan persiapan-persiapan relokasi pedagang. Termasuk pula membahas design dari tempat yang akan digunakan para pedagang," katanya.Syukri mengatakan pada awalnya Pemkot milih eks terminal Terban, namun arealnya kurang luas sehingga dipilih Pasar hewan Kuncen. Sedangkan pasar hewan rencananya akan dipindahkan ke Bantul atau Sleman. Luas pasar Kuncen sekitar 6.800 meter persegi akan bisa menampung lebih banyak pedagang. "Separuh akan digunakan untuk los dan separuhnya lagi untuk parkir. Nantinya pedagang tidak perlu menyewa kios yang berbentuk los, tetapi cukup membayar retribusi karena itu pasar milik pemkot," katanya.Sementara itu wakil Pedagang Klitikan, Datuk mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan apakah pedagang klitikan akan menerima rencana relokasi tersebut. Namun adanya dialog tersebut, suasana saat ini sudah lebih sejuk dibandingkan dengan sebelumnya. "Kita akan kembalikan ke komunitas mengenai masalah ini," kata Datuk.
(dni/)











































