Pilpres AS Dimulai di New Hampshire, Bush Menang

Pilpres AS Dimulai di New Hampshire, Bush Menang

- detikNews
Selasa, 02 Nov 2004 15:31 WIB
Jakarta - Pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat tahun 2004 secara resmi akan dimulai pada Selasa pagi waktu setempat. Namun sesuai tradisi, puluhan warga di negara bagian New Hampshire menggunakan hak pilih mereka lebih awal. Di New Hampshire, dua kota kecil memilih tak lama setelah Senin (1/11/2004) tengah malam waktu setempat. Komunitas kecil Hart's Location di New Hampshire utara telah menggelar pemilihan dan hasil penghitungan suara menunjukkan kemenangan bagi Presiden George W Bush.Sebanyak 16 suara diberikan untuk Bush, 14 suara untuk John Kerry dan 1 suara untuk kandidat independen, Ralph Nader. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Selasa (2/11/2004).Beberapa menit kemudian, 26 pemilih terdaftar di komunitas Dixville Notch juga melakukan pemilihan. Hasilnya, Bush unggul dengan 19 suara dibandingkan Kerry yang meraih 7 suara.Kedua komunitas kecil itu sejak tahun 1948 telah memanfaatkan aturan negara bagian, yang membolehkan komunitas-komunitas itu langsung menutup pemungutan suara jika seluruh pemilih terdaftar telah menggunakan hak pilih mereka.Pada tahun 2000, kedua komunitas itu memilih Presiden Bush daripada kandidat presiden Demokrat, Al Gore. Di Hart's Location waktu itu, Bush menang dengan 17-13 terhadap Gore. Di Dixville Notch, Bush unggul dengan 21 suara, sementara Gore 5 suara. Masyarakat Hart's Location mulai melakukan sistem pemilihan tengah malam tersebut sejak tahun 1948. Ini dikarenakan hampir semua orang di kota kecil itu bekerja untuk proyek jalan kereta api dan banyak yang harus bekerja sebelum waktu pemungutan suara yang normal (sejak pagi hari) dimulai. Dixville menempuh kebijakan serupa sejak tahun 1960.Berdasarkan rata-rata poling nasional yang digelar dalam tiga hari terakhir, terlihat bahwa Bush unggul tipis dibandingkan Kerry (48 persen untuk Bush, 46 persen untuk Kerry). Berdasarkan margin of error dalam poling-poling, perbedaan tersebut secara statistik tidak signifikan. (ita/)


Berita Terkait