"Mereka berdua terkait perampokan BPR di Cililin Bandung, kantor pos di Cibaduyut Bandung, pembacokan dan penembakan polisi di Bekasi, serta perampokan toko emas di Tambora, Jakarta Barat," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/8/2013)
Keterlibatan kedua pelaku dalam perampokan toko emas di Tambora, Rikwanto menyebut peran keduanya sebagai penyuplai senjata api rakitan. Mereka juga merakit bom pipa yang kemudian ditemukan di lokasi penggerebekan komplotannya di Bekasi pada Maret 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengingatkan kembali, kawanan pelaku perampokan toko emas 'Terus Jaya' di Tambora yang terkait dengan kedua pelaku ini pernah ditangkap aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang saat itu dipimpin AKBP Herry Heryawan.
Dalam penyergapan di tempat persembunyiannya di Bekasi, satu dari tujuh anggota perampok yang tertangkap, tewas ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. Saat digerebek, ketujuh pelaku membawa 5 pucuk senjata api, 34 butir peluru, 2,5 Kg emas dan 12 bom pipa.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat itu, Kombes Pol Toni Harmanto menuturkan para pelaku diduga terkait dengan kelompok teroris. Namun saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan terkait jaringan mereka.
"Iya benar sudah ditangkap para pelaku terkait dengan kelompok teroris, tapi masih kami kembangkan dugaan ini," ungkap Toni saat itu.
Perampokan terjadi hari Minggu (10/3) silam, di Toko Emas Terus Jaya Jalan Jembatan II RT08/01, Angke, Tambora. Di dalam aksinya, mereka berhasil menggasak 1,5 Kg emas, dan uang tunai Rp 500 juta.
(mei/mok)











































