"Perubahan dramatis terjadi di Mesir. Lebih dari sekedar politis, komposisi sosial di Mesir juga berubah," ujar Prof. Mohammed Elsayed dari Universitas Kairo, dalam dialog di Universitas Paramadina, Gedung Energy lantai 22, Jl Jenderal Sudirman Lot 11 Kav 42-53, Jakarta Selatan, Rabu (28/8/2013).
Menurutnya perubahan yang terjadi begitu cepat dan membuat masyarakat merasa bebas. Ketika kepemimpinan Hosni Mubarak yang otoriter, masyarakat merasa terkekang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elsayed juga menambahkan, revolusi yang terjadi setelah saat Hosni Mubarak digulingkan membuat situasi tidak stabil. Usai kepemimpinan Mubarak yang otoriter, banyak kelompok-kelompok yang menginginkan kekuasaan.
"Mereka menginginkan kesamaan derajat. Tapi tak ada ideologi. Dari dalam, Mesir secara cepat menurun, dan pengaruh luar meningkat," ujar Elsayed.
(lh/lh)











































