"Bagus, bagus. Sebenarnya tidak terlalu relevan juga membuat polarisasi antara capres Islam dengan non Islam," kata Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Menurut Mahfudz, alih-alih membuat dikotomi antara capres Islam dan non Islam, sebaiknya dikotomi semacam itu dihilangkan saja. Dengan begitu, tak ada lagi pembedaan antar tokoh capres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfudz justru memuji langkah Partai Golkar kemarin (26/8) yang berhasil menyelenggarakan silaturahmi lintas partai. Acara yang dihadiri tokoh lintas partai tersebut bisa menjadi wadah untuk mengajukan pilpres tanpa membeda-bedakan aliran politik.
"Yang dilakukan Golkar kemarin dengn silaturahmi kebangsaan itu kan langkah bagus. Itu bisa menjadi jembatan untuk agenda pilpres," pungkas Mahfudz.
(dnu/van)











































