Gus Dur: Kabinet SBY Sebaiknya Direshufle Setelah 100 Hari

Gus Dur: Kabinet SBY Sebaiknya Direshufle Setelah 100 Hari

- detikNews
Minggu, 31 Okt 2004 22:16 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan Kabinet Indonesia Bersatu sebaiknya dirombak atau direshufle setelah 100 hari. Gus Dur menilai banyak anggota kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bermasalah.Pernyataan ini disampaikan Gus Dur usai melakukan acara buka bersama wartawan di Hotel Acacia, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Minggu (31/10/2004) malam. Saat itu ia ditanya tentang perlunya evaluasi terhadap kabinet SBY setelah 100 hari pemerintahan."Reshufle kabinet sebaiknya memang ada setelah 100 hari pemerintahan SBY. Karena SBY itu membuat kabinet yang njomplang. Banyak tokoh yang tidak karuan juntrungannya, entah korupsi atau apa pun," kata Gus Dur.Gus Dur lalu menunjuk pada Wapres Jusuf Kalla yang pernah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan KKN dalam proses pinjaman dana Jamsostek senilai Rp 250 miliar oleh Government Watch (Gowa)."Di antaranya bahkan wapresnya sendiri yang biar pun bilang sudah bayar utangnya tapi entah pakai uang siapa, kita tidak tahu," kata Gus Dur.Lalu dilanjutkannya, "Selain itu menteri-menteri yang belum bayar hutang. Belum lagi menteri kehakimannya (Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, red) yang kita sendiri sudah tahu orangnya seperti apa."Ketika ditanya lebih lanjut tentang menteri-menteri bermasalah, Gus Dur bertukas, "Tunggu tanggal mainnya akan saya bongkar. Harus dibuktikan apakah kabinet SBY benar-benar bisa tahan atau tidak." (gtp/)


Berita Terkait