Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menerima penghargaan berupa gelar dari masyarakat adat di Maluku. Ia juga mendapatkan gelar penghormatan dari pemerintah provinsi setempat.
Dua gelar tersebut ia terima saat membuka International Conference of Spices 2013 di Hotel Aston Natsepa, Ambon, Maluku, Senin (19/8/2013). Pemberian gelar dimulai dengan tiupan suara terompet dari kerang yang disebut tifa dan dentuman gendang.
Dua tokoh adat membacakan hasil musyawarah para pemangku adat atas gelar tersebut dalam bahasa Ambon. Pemberian gelar ini disimbolkan dengan sebuah piagam yang diterima Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, pemberian gelar tersebut sebagai wujud syukur untuk Agung yang dianggap sebagai orangtua. Atas hal ini, agung dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan Masyarakat Maluku Sejahtera.
"Dengan gelar Ama Pamahanu Pata Maluku Purisi, yang memiliki arti Bapak Pembangunan Masyarakat Maluku yang Sejahtera," ujar pria tersebut dengan logat Ambonnya.
Tepuk tangan dari sekitar ratusan tamu undangan menyusul setelah pembacaan tersebut. Agung kemudian maju ke depan menghadap dua pemangku adat dan menerima map bercorak batik yang berisi piagam gelar itu.
"Pertimbangannya ongtua su kasi sumbang pikiran dan gagasan pembangunan Maluku. Sehingga Maluku menjadi baik," ujar pemangku adat mengakhiri prosesi ini.
Tidak hanya itu, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu juga memberikan penghargaan kepada politisi Golkar tersebut. Sehingga ada dua penghargaan yang didapatkan Agung dalam satu malam di provinsi rempah-rempah ini.
(vid/mad)










































