Ini Hasil Pertemuan Komisi I DPR dengan Kongres AS

Ini Hasil Pertemuan Komisi I DPR dengan Kongres AS

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 19 Agu 2013 18:30 WIB
Jakarta - Komisi I DPR, yang membidangi masalah luar negeri dan pertahanan, menggelar pertemuan dengan Kongres Amerika Serikat (AS). Isu yang dibahas mulai kerjasama industri pertahanan dan krisis politik Mesir.

"Komunikasi saling kunjung antara anggota parlemen ini sangat penting untuk saling kenal dan peningkatan hubungan bilateral Amerika dan Indonesia," kata Mahfudz Siddik dalam konferensi pers usai pertemuan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Selain Mahfudz, hadir dalam konferensi pers itu Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan dan Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi Luar Negeri Kongres AS Ed Royce dan anggotanya David Cicilline.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahfudz mengatakan, ada beberapa isu strategis dibahas. Di antaranya adalah soal kemungkinan Amerika berinvestasi untuk mengembangkan industri pertahanan Indonesia. Selain itu, ada pembahasan soal Mesir.

"Kami melihat bahwa ke depan, kerja sama antara Amerika dan Indonesia perlu ditingkatkan, termasuk di bidang investasi. Amerika bisa ikut berinvestasi untuk mengembangkan industri pertahanan Indonesia," papar politikus PKS ini.

Ketua Komisi Luar Negeri Kongres AS Ed Royce mengatakan iklim investasi di Indonesia memang perlu ditingkatkan. Tak hanya di sektor pertahanan, namun di semua lini.

"Kita mendukung peningkatan investasi di Indonesia, di banyak industri," ujarnya.

Ed Royce juga menyampaikan kekagumannya terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. "Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga. Indonesia bisa menjadi contoh demokrasi dan good governance bagi negara-negara lain di dunia, khususnya di Asia Tenggara," ujarnya.

Mengenai Mesir, Ed mengatakan Amerika mendukung upaya rekonsiliasi di negara piramid itu. Kekerasan yang terjadi di Mesir harus dihentikan.

"Kita sepakat untuk mengembalikan penyelesaian masalah di Mesir di atas meja, bukan dengan kekerasan," tuturnya.

(tor/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads