Kapolri: Polisi Jangan Nongkrong di Kantor, Tapi Mobile

Kapolri: Polisi Jangan Nongkrong di Kantor, Tapi Mobile

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2004 11:52 WIB
Jakarta - Ini peringatan keras buat polisi malas dan suka leha-leha di kantor. Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar meminta polisi jangan nongkrong di kantor, tapi mobile.Kapolri memerintahkan agar seluruh Polsek di Indonesia aktif mobile berjaga-jaga di sekitar masyarakat, jangan sampai menunggu laporan masyarakat bila terjadi hal-hal mencurigakan.Dia mengakui, selama ini banyak polisi yang pasif, kerjanya hanya nongkrong di kantor. Padahal dirinya sudah membuat kebijakan peningkatan sarana mobilitas, seperti mobil dan motor di seluruh daerah."Kalau ada polisi yang bilang, habis masyarakat lama sih lapornya, itu karena polisinya kurang aktif. Kalau polisi aktif bergerak, tidak menunggu laporan masyarakat, jangan salahkan masyarakat. Masih banyak polisi yang menunggu pasif di kantor."Demikian tukas Da'i kepada wartawan usai memimpin upacara sertijab pergantian Kapolda Papua dan Kalsel di Rupatama Mabes Polri jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat (29/10/2004).Dia mencontohkan kasus peledakan yang terjadi di Cicurug Sukabumi beberapa waktu lalu. Karena memang saat itu ada peledakan, tapi masyarakat tidak segera melaporkan ke kepolisian. Bila saja polisi setempat aktif bergerak, mungkin mereka dapat tertangkap."Ini masalahnya. Polisi mungkin terlalu banyak menunggu di kantor saja. Polisi kurang mobile. Yang sudah saya katakan, mengapa saya meningkatkan sarana mobilitas mobil dan motor ditambah, supaya polisi jangan nongkrong di kantor, tapi harus mobile," ujar Da'i blak-blakan.Sebenarnya, lanjut dia, dua tokoh teroris Azahari dan Noordin Moh Top sudah di depan mata. Namun mereka selalu saja lolos. Tapi tentunya polisi akan terus berusaha, sehingga waktu 100 hari bisa menjadi momentum bagi Polri untuk menangkap mereka."Ya, kita sudah mendekat, mendekat terus. Tapi insya Allah (tertangkap) karena saya sudah menambah tim. Kemudian seluruh Kapolda sudah saya perintahkan agar Polsek-Polsek yang ada di tengah-tengah masyarakat itu betul-betul bergerak," urainya.Da'i mencontohkan Jakarta sebagai aksi mobile polisi. "Itu contoh positif, di mana 2 polisi di setiap Polsek selalu mobile dengan menggunakan motor untuk berjaga-jaga," katanya. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads