2,5 Juta Visa Umrah Diproses di Arab Saudi
Jumat, 29 Okt 2004 00:25 WIB
Jeddah - Kementerian Haji Arab Saudi telah memproses 2,5 juta visa umrah. Pelayanan penerbitan visa umrah di semua perwakilan di luar negeri ditutup pada hari Jumat (29/10/2004).Dr. Isa Muhammad Rawwas, Deputy Menteri Haji Arab Saudi Urusan Umrah, mengatakan, Pihaknya telah memproses pengeluaran visa mencapai 2,5 juta visa yang diajukan dari berbagai perusahaan dan travel perjalanan umrah Arab Saudi dan tidak terlepas dari aturan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Haji. Demikian dilansir harian Al Nadwa edisi Rabu (27/10/2004).Sementara itu, Wakil Menteri Parawisata Mesir, Hasan Jamal, menuturkan tahun ini pihaknya telah mengecek persyaratan 600 ribu jamaah umrah yang diajukan oleh penyelenggara travel sekitar 300 ribu orang telah selesai persyaratannya dari pihak Departemen Sosial dan Persatuan Pemuda Olah Raga Mesir.Hasan Jamal menambahkan, perhatian Kedutaan Besar Arab Saudi dalam memberikan pelayanan penerbitan visa bagi jamaah untuk tunaikan ibadah pada akhir-akhir bulan ramadhan di tanah suci sudah maksimal.Sementara itu, sampai saat ini, belum ditemukan kejadian berarti sebagai kendala yang dihadapi jamaah, baik itu penumpukan pada Pelabuhan di Terusan Suwez, demikian juga belum adanya laporan bahwa jamaah umrah Mesir terlantar di kawasan Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, tegas Hasan Jamal.Pada kesempatan lain, Menteri Penerangan Arab Saudi, DR. Fuad Abd. Salam Al Farisi dalam penjelasan melalui siaran resmi Saudi Arabia menegaskan, dengan keseriusan semu pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bekerjasama terfokus pada peningkatan pelayanan terhadap para dhuyufurrahman dengan melengkapi semua fasilitas sejak kedatangan jamaah sampai kembali ke negara masing-masing, demi kesempurnaan ibadah umrah pada musim bulan ramadhan tahun ini.Menpen Arab Saudi menambahkan, Kerajaan Arab Saudi menyambut baik kepada semua jamaah umrah yang datang ke tanah haram menunaikan ibadah dengan jumlah kesemuanya sampai tanggal 26 Oktober 2004 mencapai 2 juta 300 ribu orang.
(dit/)











































