"Mengapa hanya tokoh-tokoh tertentu partai tertentu yang dihajar? Namun ketika ditanya tokoh-tokoh partainya dia bungkam? Padahal waktu di pelarian dia ngoceh-ngoceh menyebut-nyebut nama petinggi partainya tersebut," kata Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, kepada detikcom, Jumat (2/8/2013).
Bambang pun melihat ada yang aneh dari ocehan Nazaruddin. Mungkinkah ada orang yang meminta eks Bendum PD tersebut koar-koar soal borok partai lain?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang melindungi inilah yang mengendalikan Nazar untuk menghantam tokoh-tokoh partai lain agar skor-nya seimbang dengan partai penguasa yang tengah menghadapi masalah korupsi," katanya.
Bambang sendiri mengaku malas menanggapi ocehan Nazaruddin. "Terkait ocehan Nazar yg menuding berbagai pihak termasuk Bendum Golkar dan Bendum PDIP, sebenarnya saya malas mengomentari orang stres," katanya.
Dia lantas mengungkap kala Nazaruddin pernah mengungkap petinggi PD terlibat kasus korupsi. Lantas Nazaruddin juga pernah menuding petinggi KPK bermain.
"Sampai-sampai KPK membentuk komite etik untuk memeriksa petinggi KPK ketika itu seperti Chandra Hamzah dll. Tapi, akhirnya tidak terbukti," ungkit Bambang.
Menurut Bambang, Nazaruddin sedang stres karena terancam dimiskinkan oleh KPK terkait kasus TPPU dengan penyitaan seluruh asetnya. Tudingan-tudingan Nazaruddin, menurut Bambang, akan berdampak hukum pada dirinya sendiri.
"Mulut mu harimau mu. Kalau tidak disertai bukti-bukti yang memenuhi unsur sebagai alat bukti, dia bisa terancam pidana karena telah memberikan keterangan palsu dan menyebar fitnah. Sekali lagi, karena dia yang menuduh, maka dia harus bisa membuktikannya secara hukum. Jika tidak, dia akan menghadapi konsekuensinya," tandasnya.
(van/try)











































