Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, tersangka sudah merencanakan pembunuhan itu.
"Motif tersangka itu ingin menguasai atau memiliki harta korban. Ini masih menurut pengakuannya, dan masih akan kita dalami lagi apakah hanya itu saja atau ada yang lainnya," jelas Herry kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian korban dibonceng tersangka, dibawa keliling-keliling dulu," ujar Herry.
Setelah mendekati pukul 11.30 WIB, tersangka kemudian membawa korban ke kebun kosong milik orangtuanya, yang terletak di sebelah Kompleks Gama Setia, Ciputat, Tangsel. Setibanya di sana, tersangka lebih dahulu naik ke kebun yang berada di atas jalan.
"Korban disuruh menunggu di bawah, sementara tersangka mengecek gudang yang ada di kebun kosong," kata Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus.
Setibanya tersangka di kebun, ia bertemu dengan Adih yang hendak pulang seusai berkebun. Kepada Adih, saat itu ia beralasan hendak memetik daun singkong untuk berjualan ibunya di pasar. Sementara saksi Adih melanjutkan pergi.
"Selanjutnya tersangka saat di kebun mengirim SMS kepada korban, menyuruhnya naik ke atas bukit kebun setelah saksi Adih pergi," ujar Antonius.
Di akhir pesan singkatnya itu, tersangka menyuruh korban untuk memasukkan handphone korban ke dalam bagasi motor. Tersangka juga menyuruh korban meninggalkan kunci motor pada kunci kontak.
"Maksudnya tersangka menyuruh korban ninggalin kunci motor dan handphone korban biar nanti setelah membunuh korban, tersangka bisa mengambilnya," kata Antonius.
(mei/lh)











































