Kabinet SBY Banyak Status Quo, Pro-Perubahan di Jalur Lambat
Rabu, 27 Okt 2004 02:40 WIB
Jakarta -
Kabinet Indonesia Bersatu bentukan pemerintahan SBY-JK dinilai banyak yang status quo. Meski ada yang pro-perubahan, namun ada di jalur lambat."Pro dan kontra terhadap kabinet SBY memang banyak. Tapi yang paling banyak justru yang biasa-biasa saja. Dalam kabinet ini banyak yang status quo. Ada juga yang pro-perubahan, tapi berada di jalur yang lambat."Demikian disampaikan anggota FPAN DPR Dzulkifli Hasan dalam acara diskusi bertajuk "Kabinet SBY, antara perubahan dan status quo" di Kantor YTKI jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2004)."Sebab kabinet ini kompromi. Di mana seluruh partai ada dalam kabinet, kecuali dari PDIP. Karena kompromi, maka sulit untuk mengadakan perubahan yang cepat, karena tekanan-tekanan untuk kepentingan partainya. Secara keseluruhan, saya masih optimis dan ada harapan pada kabinet SBY," ujarnya.Pada kesempatan yang sama, anggota FPAN DPR Djoko Erry Sutjipto menilai kabinet SBY banyak yang bolong. Pertama, banyak menteri yang berasal dari partai."Saya kira bermasalah apabila menteri berasal dari partai. Misalnya saya, saya adalah kader PAN, kalau saya korupsi, lalu saya dipecat, maka PAN akan melawan. Sebab kebenaran di politik bukanlah kebenaran itu sendiri," jelasnya.Kedua, lanjut dia, menteri yang berasal dari ABRI. Demikian Djoko menyebut institusi yang sudah berubah nama menjadi TNI itu. "Saya ragu apakah menteri yang berasal dari ABRI ini menginginkan perubahan. Karena dalam kultur ABRI jarang sekali ada minat untuk perubahan. Saya rasa ada 5 orang yang berasal dari ABRI, sehingga bisa terdapat celah untuk kembali ke militerisme," tukasnya.
(sss/)










































