WNA Korban Penembakan dan Pelaku Diduga Terlibat Bisnis Ilegal

Penembakan di Apartemen Mediteria

WNA Korban Penembakan dan Pelaku Diduga Terlibat Bisnis Ilegal

- detikNews
Senin, 15 Jul 2013 16:37 WIB
Jakarta - Polisi masih menyelidiki motif penembakan terhadap warga negara Nigeria dan Sierra Leone di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (13/7) lalu. Diduga kuat, penembakan tersebut dilatarbelakangi masalah bisnis ilegal di antara korban dan pelaku.

"Dugaan sementara ada bisnis ilegal korban dan pelaku sehingga mereka melakukan penyelesaian dengan cara-cara sendiri," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Sementara dari hasil penggeledahan di lokasi kejadian di Unit 15ES lantai 15 Tower E Apartemen Mediterania, polisi tidak menemukan bukti-bukti yang signifikan yang bisa mengarah ke motif penembakan. "Tidak ditemukan (barang bukti-red) yang bersifat spesifik. Barang-barang di sana bersifat umum," ungkap Rikwanto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, terkait isu yang menyebutkan bahwa pelaku mengaku interpol, sejauh ini isu tersebut belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. "Tidak ada kegiatan informasi beredar adanya pihak berwajib ke situ. Yang jelas si korban belum mau berbicara," imbuh dia.

Polisi juga belum menemukan paspor kedua korban. "Masih dimintakan ke yang bersangkutan," tutup dia.

Akibat penembakan tersebut, Bah Muhammed asal WN Sierra Leone menderita luka tembak di siku bagian kanan dan paha kanan. Sementara korban Andelusi Oludare dari Nigeria menderita luka di bagian dada kanan, ketiak kiri dan paha kiri.


(mei/lh)


Berita Terkait