LP Tanjung Gusta kini tak memiliki data valid soal identitas para tahanan karena semua dokumen hangus terbakar. Mereka harus mengumpulkan kembali informasi pembanding dari Kanwil Sumatera Utara dan Pengadilan.
Nah, sekitar pukul 17.00 WIB, datang empat orang pria dikawal sejumlah petugas Lapas menggunakan mobil Avanza. Mereka dibekuk di sebuah lokasi di Sumut karena tak ber-KTP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses konfrontir ini berjalan cukup unik, bahkan bisa dibilang lucu. Para napi yang ditanyai soal keempat sosok itu menjawab polos. Mereka semua kompak tak mengenal empat pria yang terus-terusan menunduk ini.
"Kalian kenal ini nggak?" tanya petugas LP.
"Nggak bang," jawab salah seorang napi.
"Jangan bohong kau, jangan nyelametin dia," timpal petugas tersebut.
"Benar Bang, nggak ada kawan kami yang mukanya sejelek itu" celetuk napi lain yang berdiri tak jauh dari petugas. Napi lain pun tertawa.
"Kami orang lama bang, kami kenal semuanya," tambah napi lain lagi.
Keempat pria yang ditangkap itu hanya bisa terdiam. Sebab sepanjang proses konfrontir, mereka dipegang kerahnya oleh petugas. Tak ada perlawanan.
"Lepasin aja bang, salah tangkap itu, kasihan anak orang," teriak napi di pojokan.
Akhirnya, karena tak ada yang mengenal keempat pria itu, petugas melepaskannya. Mereka kembali diangkut menggunakan mobil Avanza ke tempat sebelumnya ditangkap.
"Makanya bawa KTP kalau sekarang," hardik seorang petugas saat mereka dibawa.
(mad/ndr)










































