Perlu Langkah Terkoordinasi Cegah Penularan Antraks

Perlu Langkah Terkoordinasi Cegah Penularan Antraks

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 14:45 WIB
Bandung - Positif antraks! Itulah hasil penelitian dari Laboratorium Balai Penelitian Veterinarian di Bogor terhadap sampel darah para penderita suspect antraks yang tengah dirawat di RSUD Cibinong Bogor. Untuk itu, perlu langkah terkoordinasi untuk mencegah penularan penyakit ini lebih meluas, apalagi sampai ke daerah lain."Surat resmi hasil laboratorium saya belum terima. Tetapi kesimpulannya sudah diberitahukan, positif antraks. Karena itu, jelas perlu tindakan pengamanan, terutama lalu lintas hewan dari Bogor. Tentu dampaknya akan besar, baik dalam hal perekonomian dan lainnya. Karena itulah perlu dilakukan langkah secara terkoordinasi," kata Dr Fatimah Resmiyati, Kasubdin Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Jabar kepada detikcom di Bandung, Senin (25/10/2004).Dr Fatimah pada hari Senin ini langsung melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Jabar melalui Biro Pelayanan Sosial Pemda Provinsi Jabar. Laporan itu menurutnya penting, karena diperlukan semacam surat dari Gubernur Jabar bahwa perlu ada beberapa tindakan prioritas di kabupaten atau daerah endemik antraks itu."Kalau didiamkan saja, bisa-bisa nanti ekonomi masyarakatnya hancur. Misalnya, tidak ada yang mau membeli hewan ternak dari daerah endemik. Karenanya tindakan yang dilakukan harus terpadu," tuturnya.Fatimah menegaskan, dirinya hanya akan berbicara dalam sektor kesehatan saja. Sedangkan untuk penanganan hewan ternak, termasuk lalu lintas perdagangannya sudah ada instansi atau dinas lain yang menanganinya. Seperti diketahui, Menteri Pertanian Dr Anton Apriyantono juga sudah menetapkan status karantina hewan di desa yang terkena antraks itu.Langkah yang akan ditempuh Dinas Kesehatan adalah berusaha mengobati para pasien itu dengan sebaik-baiknya. "Pemberian antibiotik dan perawatannya, tentu menjadi lingkup tugas kami," tutur Fatimah.Selain itu, pihaknya akan berusaha memberikan sosialisasi dan pemahaman agar masyarakat yang tinggal di daerah endemik antraks itu bisa menjalankan kegiatan dan hidupnya dengan baik."Masyarakat juga harus paham karena tinggal di daerah yang endemik antraks tentu saja mempunyai kondisi yang berbeda dengan daerah yang tidak endemik. Misalnya, bagaimana mempersiapkan atau memasak makanannya. Bagaimana cara mengurus ternak, dan sebagainya. Itu harus disiapkan," tegasnya.Soal karantina penderita, menurut Dr Fatimah, tidak perlu dilakukan secara drastis. "Yang jelas, pasien antraks perlu penanganan langsung. Kalau penularan penyakit ini dari orang, relatif jarang meski memang bisa saja terjadi. Lebih sering penularannya itu dari hewan atau makanan. Bukan seperti SARS yang menularnya bisa langsung loncat dari orang ke orang. Yang jelas, mata rantainya harus diputus dan itu dilakukan dengan pengobatan," katanya.Seperti diketahui, antraks adalah suatu penyakit yang disebabkan bakteri bacillus anthracis, yang bisa menginfeksi kulit, paru-paru dan saluran pencernaan. Antraks bisa sangat menular dan berakibat fatal. Biasanya menyebar ke manusia dari hewan, terutama sapi, kambing dan domba. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads