"Saya pengen lihat orang itu, tapi takut," kata Res ketika ditemui wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2013).
Ren terus tertunduk saat ditanya-tanya sejumlah wartawan. Kedua lengannya dilipat ke depan, dibalut sehelai syal. Matanya berkaca-kaca ketika mengenang perampokan yang terjadi pada Kamis, 14 Juni 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cincin, kalung dan 3 buah handphone saya diambil oleh dia. Termasuk uang yang ditransfer ke rekeningnya," kenang Des.
Des menuturkan, ia sebelumnya tidak pernah mengenal atau bertemu dengan pria asal Manado itu. Gadis berusia 21 tahun itu, bertemu dengan Jhon setelah dikenalkan oleh temannya yang berinisial G.
"G juga nggak pernah ketemu dia. G kenal dia dari temennya lagi," kata Des.
Des mengakui, ia bertemu pria bernama asli Jimmi Muliku itu dan dijanjikan uang Rp 15 juta "Ketemu langsung dibawa ke hotel itu. Di situ saya disekap, lalu diborgol dan ditodong pisau. Saya diminta menyerahkan barang-barang berharga milik saya," jelas Des.
Setelah memeras Des, Jhon lalu menyuruhnya untuk memanggil Ren. Kepada Ren, Jhon memintanya untuk menemani makan malam dengan imbalan uang Rp 10 juta.
Namun, setelah datang, Ren pun diborgol dan dlakban mulutnya, lalu ditodong pisau lipat. Sejumlah barang milik Ren juga turut diambil Jhon.
"Jhon janjikan akan mengembalikan uang saya setelah Ren datang, tapi setelah saya cek, sisa saldo di rekening nol rupiah," kata Des.
(mei/ndr)











































