Tahun ini, tradisi khas meugang di pusat pengungsian Desa Kulem Parakanis, Timang Gajah, Beneur Meuriah, digelar bersama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Suasana haru menyelimuti tradisi yang seharusnya digelar dengan suka cita itu.
"Sekelompok ibu-ibu sejak siang hari sudah berkumpul mempersiapkan menu daging megang untuk makan bersama. Lepas senja saat acara dimulai diawali oleh sambutan Kepala Desa yang mengungkapkan kebahagiaan dan terima kasihnya kepada warga yang berkumpul dan PKPU," kata M Kaimuddin, Manager Disaster Risk Management (DRM) PKPU, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (9/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pelaksanaan tradisi meugang, warga berkumpul dengan antusias. Namun suasana haru tak urung langsung menyergap begitu acara hendak dimulai.
"Setelah sambutan Kepala Desa usai, dilanjutkan pembacaan doa oleh Imam kampung. Saat inilah suasana hening dan haru itu terasa. Banyak warga tak kuasa menahan air mata," ungkpanya.
Seperti diketahui, tradisi meugang merupakan momen makan daging bersama keluarga besar di Aceh. Biasanya digelar di rumah atau ditempat-tempat dimana anggota keluarga berkumpul.
(rna/trq)










































