Suasana Haru Warnai Tradisi Sambut Ramadan Korban Gempa Aceh

Suasana Haru Warnai Tradisi Sambut Ramadan Korban Gempa Aceh

- detikNews
Rabu, 10 Jul 2013 07:05 WIB
Suasana Haru Warnai Tradisi Sambut Ramadan Korban Gempa Aceh
Korban gempa Aceh gelar tradisi meugang di pengungsian (foto: PKPU)
Jakarta - Gempa yang mengguncang Aceh tak mengurangi antusias korban gempa menyambut datangnya bulan Ramadan. Meski dalam kondisi sulit, warga Aceh tetap tak meninggalkan rutinitas menjelang Ramadan dengan tetap melaksanakan tradisi meugang.

Tahun ini, tradisi khas meugang di pusat pengungsian Desa Kulem Parakanis, Timang Gajah, Beneur Meuriah, digelar bersama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Suasana haru menyelimuti tradisi yang seharusnya digelar dengan suka cita itu.

"Sekelompok ibu-ibu sejak siang hari sudah berkumpul mempersiapkan menu daging megang untuk makan bersama. Lepas senja saat acara dimulai diawali oleh sambutan Kepala Desa yang mengungkapkan kebahagiaan dan terima kasihnya kepada warga yang berkumpul dan PKPU," kata M Kaimuddin, Manager Disaster Risk Management (DRM) PKPU, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (9/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi ini 75% rumah tak layak huni karena terdampak gempa. Kondisi itu membuat warga kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Untungnya, ada bantuan dari PKPU.

Saat pelaksanaan tradisi meugang, warga berkumpul dengan antusias. Namun suasana haru tak urung langsung menyergap begitu acara hendak dimulai.

"Setelah sambutan Kepala Desa usai, dilanjutkan pembacaan doa oleh Imam kampung. Saat inilah suasana hening dan haru itu terasa. Banyak warga tak kuasa menahan air mata," ungkpanya.

Seperti diketahui, tradisi meugang merupakan momen makan daging bersama keluarga besar di Aceh. Biasanya digelar di rumah atau ditempat-tempat dimana anggota keluarga berkumpul.

(rna/trq)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini