"Kita paham bahwa kelemahan utama dari kejahatan narkoba adalah jejak aliran dana mereka, sehingga pendekatan follow the money, menelusuri jejak aliran dana adalah upaya yg ampuh untuk membantu Penegak Hukum mengungkap jaringan pengedar Narkoba", ujar Wakil Ketua PPATK Agus Santoso saat dikonfirmasi, Jumat (5/7/2013).
Langkah PPATK ini, ikut melakukan pelacakan sebagai bagian perjuangan memberantas mafia narkoba. Agus menyebut berdasarkan data yg di-release BNN pada peringatan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional), ada 40 orang penyalahguna narkoba yg meninggal setiap harinya di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data PPATK, Tindak Pidana Pencucian Uang dengan Tindak Pidana Asal Kejahatan Narkoba menempati peringkat ketiga. "Ya, Kejahatan Narkoba ada di peringkat ketiga setelah Korupsi dan Penyuapan, dengan trend yg meningkat", ujar Agus
"Kalau pada tahun 2008, jumlah Hasil Analisis terhadap TPPU dgn TPA Kejahatan Asal Narkoba ini tercatat 12 HA, maka pada akhir 2012 tercatat sebanyak 83 HA, atau melonjak 600% dalam kurun waktu 4 tahun saja, ini kan sangat mengkhawatirkan", imbuh Agus
Oleh karena itu Agus berharap agar kepada pengedar dan bandar narkoba ini dapat dihukum seberat-beratnya. Dan para korban dapat direhabilitasi dari ketergantungan.
Selain itu, Agus yg dalam Peringatan HANI yang lalu berpartisipasi membaca Puisi bersama dengan Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, dan Mayjen (Pur) Hendarji di Warung Prestasi Bulungan ini juga berharap agar masyarakat berpartisipasi aktif melawan pengedaran gelap narkoba dan mengawasi putra-putrinya.
"Peran serta masyarakat dalam program P4GN harus terus didorong, agar target Indonesia Bebas Narkoba dapat tercapai", tutup Agus.
(dru/ndr)










































