Diculik di Irak, Direktur CARE Memohon Bantuan PM Blair

Diculik di Irak, Direktur CARE Memohon Bantuan PM Blair

- detikNews
Sabtu, 23 Okt 2004 11:35 WIB
Jakarta - Direktur lembaga kemanusiaan CARE International yang diculik di Irak, muncul dalam rekaman video yang ditayangkan stasiun televisi Al-Jazeera. Dalam rekaman itu, Margaret Hassan memohon Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair untuk menarik pasukan dari Irak "dan tidak membawa pasukan ke Baghdad karena ini mungkin waktu terakhir saya," ujar perempuan itu sambil menangis."Mohon tolong saya," ujar Margaret memohon. "Ini mungkin waktu terakhir saya. Tolong saya," katanya seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Sabtu (23/10/2004). "Rakyat Inggris, katakan pada Mr Blair untuk membawa pasukan keluar dari Irak dan tidak membawa mereka ke Baghdad. Itulah mengapa orang-orang seperti saya dan Bigley ditangkap. Please, please, saya mohon," tutur Margaret yang terlihat lelah dan stres.Permohonan tersebut ditayangkan Al-Jazeera tiga hari setelah perempuan kewarganegaraan Inggris-Irak itu diculik sekelompok pria bersenjata di Baghdad barat. Margaret yang bersuamikan pria Irak telah menetap di negeri bekas rezim Saddam Hussein selama 30 tahun. Margaret mengutarakan bahwa dirinya tidak ingin mati seperti Bigley. Sandera Inggris, Kenneth Bigley dipenggal kelompok bersenjata Irak beberapa waktu lalu yang menculiknya di Baghdad.Pihak kantor PM Inggris menolak untuk menanggapi statemen Margaret tersebut. Sebelumnya, suami Margaret, Tahsine Ali Hassan, mengritik Blair yang terus berkomentar mengenai penculikan istrinya. Menurutnya, pengungkapan identitas Margaret sebagai warga Inggris dinilai justru akan semakin menyulitkan posisi istrinya.Demikian dicetuskan Hassan dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, The Independent. Ditegaskan bahwa istrinya adalah warga Irak tulen karena ia menghabiskan 30 tahun waktunya di Irak."Saya sudah katakan berulang kali bahwa ia (Margaret) lahir di Irlandia, namun ia menganggap dirinya sebagai orang Irak," ungkapnya.Hassan menyesalkan Blair yang terus menyatakan bahwa pemerintahnya berusaha membebaskan Margaret. "Dalam situasi sekarang ini, sangat tidak bagus jika orang-orang yang menyanderanya meyakini bahwa ia memang orang Inggris," tandasnya. (ita/)


Berita Terkait