Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral, Sukhyar menyatakan, pusat gempa itu berada di kedalaman sekitar 10 kilometer. Sedangkan pusat geothermal itu biasanya berada di kedalaman sekitar 2 kilometer hingga nol kilometer.
"Secara logika memang kesannya akan berpengaruh gempa dengan geothermal. Tetapi secara akademis, kegempaan seperti ini terbukti tidak mengganggu kondisi geothermal," kata Sukhyar kepada wartawan usai menjadi pembicara di kampus Institut Teknologi Medan (ITM) di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (4/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukhyar menjadi pembicara di kampus ITM dalam rangkaian kegiatan memasyarakatkan geothermal di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Universitas Trisaksi Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadah Mada. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap geothermal.
(rul/try)










































