"Kalau sepi gini apa lagi kalo sering razia, paling Rp 20 ribu. Tapi kalau lagi ramai bisa Rp 150 ribu," jelas Tuning yang ditemui tengah mengemis di lokasi mangkalnya di Harmoni, Rabu (3/7/2013).
7 Tahun lalu, tetangganya mengajak dia merantau ke Jakarta, tujuannya mengemis. "Sehari-hari dapat uang lumayan. Tinggal di rel kereta samping Istiqlal," ceritanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuning beraksi dengan mengenakan kerudung warna hijau, daster warna hijau kuning dan kain batik ia melekat di badannya. Ia juga menggendong kain sarung yang dililitkan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan uangnya.
"Ya abis mau kerja apa lagi," ujarnya pendek.
Suaminya di Pekalongan bekerja sebagai tukang becak. Anaknya di bangku SMP dan SD diasuh suaminya. Setahun dua kali dia pulang kampung, biasanya di tengah tahun dan setelah lebaran.
"Ramai kalo ramadan mah. Bisa dapat di atas 150 ribu. Tapi kalau bulan puasa gitu sering ada razia juga," imbuhnya.
Sudah dua kali dia terkena razia. Tapi dia tak kapok. "Hanya didata dan dinasihati agar tak mengemis lagi," jawabnya enteng.
(ndr/gah)










































