Marzuki Alie yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Tinggi PD lebih dulu menyatakan siap maju di konvensi capres Partai Demokrat. Namun Pramono belum memberikan pernyataan.
Dalam berbagai survei terkait elektabilitas capres yang pernah digelar, seperti dirangkum Senin (1/7/2013), Marzuki Alie dan Pramono Edhie bersaing ketat dalam posisinya sebagai capres. Marzuki memang sudah lebih dulu ada dalam survei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Pramono Edhie masuk dalam bursa capres dalam survei Lembaga Indonesia (LSI) pada November 2012. Pramono menempati posisi ke-9 di bawah Mahfud MD, Sri Mulyani, Hidayat Nur Wahid dan Gita Wirjawan.
Kemudian Maret 2013 Lembaga Survei Indonesia Network Elections Survey (INES) menempatkan Pramono Edhie Wibowo di survei capres dengan 3,3 persen suara dari total 5.989 yang disurvei.
Pramono dan Marzuki masuk dalam survei secara bersamaan dalam Lembaga Survei Nasional (LSN) pada Maret 2013. Kala itu Marzuki Alie unggul di posisi keempat (6,8 persen) di bawah Dahlan Iskan, Mahfud MD dan Ani Yudhoyono. Pramono tepat berada di posisi kelima dengan perolehan 4,9 persen.
Survei soal elektabilitas capres ini akan sangat dinamis dan tak bisa ditebak. Lalu siapakah yang lebih punya kans diunggulkan dalam konvensi Partai Demokrat nantinya?
"Pak Pramono imagenya sudah bagus sebagai prajurit dan terahir KSAD, Pak Marzuki juga bagus bisa memimpin DPR. Sama-sama punya image positif, tinggal bagaimana beradu di lapangan," kata Waketum PD Max Sopacua di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2013).
Menurutnya, politik bukanlah bisnis yang berhubungan dengan modal, tetapi politik sangat erat dengan persepsi publik. Karenanya siapa yang lebih unggul antara Marzuki dan Pramono dalam konvensi tergantung persepsi publik.
"Politic is perception, mampu nggak dia bikin persepsi bagus, kalau bisa dia bisa lahirkan citra yang bagus. Makanya semua orang apakah dia direktur, pimpinan perusahaan, dia ciptakan persepsi tentang kepemipinan dia," ucapnya.
"Jadi kembali dua figur ini Pak Marzuki dan Pak Pramono, persepsi yang penting. Ciptakan persepsi dulu, dari situ ada polling yang menempatkan posisi berapa persen. Dan masih ada waktu untuk ciptakan persepsi," tegas Max.
(van/nrl)










































