Meutia Hatta Dihadiahkan 14 Program yang Belum Rampung
Kamis, 21 Okt 2004 17:25 WIB
Jakarta - Mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan Sri Rejeki Sumarjoto menghadiahkan 14 program yang belum rampung kepada Meneg Pemberdayaan Perempuan baru Meutia Farida Hatta Swasono. Hal ini terjadi dalam upacara serah terima jabatan yang berlangsung di Kantor Kementrian Pemberdayaan Perempuan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (21/10/2004). Sertijab diikuti oleh penandatangan dokumen dan penyerahan laporan dari masa sebelumnya. Kedatangan Meutia Hatta dikantor barunya disambut oleh nyanyian Selamat Datang yang dinyanyikan oleh seluruh staf pemberdayaan perempuan. Meutia sempat dikenalkan dengan seluruh pejabat eselon, istri duta besar negara sahabat dan beberapa fungsionaris Partai Golkar.Dalam sambutannya, mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan, Sri Rejeki menyampaikan masih ada 14 program yang menjadi pekerjaan rumah dengan 6 prioritas program. Ke-14 program yang menjadi PR Meutia adalah: -upaya perbaikan hukum dalam uu yang dinilai bias jender terhadap perempuan, yaitu UU no 9/92 ttg imigrasi, UU no 58/1962 ttg kewarganegaraan, UU no 9/95 tentang hukum, UU no. 23/1992 ttg kesehatan, UU No. 1/1974 ttg perkawinan, -kajian hak cuti melahirkan, kesempatan sekollah bagi pelajar hamil, jaminan sosial bagi pekerja perempuan di sektor informal, masalah jender dari sudut pandang agama islam, reproduksi mahasiwa di pemondokan, pembuatan indikator dan profil anak, kajian pengembangan pola asuh, peranan perempuan di bidang domestik dan nondomestik di masyakart Gorontalo, kajian hukum adat di NTT, kebijakan anak jermal di Sumatra Utara, masalah pengungsi peremouan dan anak di Sulawesi Tenggara, -masalah penyusunan RUU anti perdagangan orang, RUU tentang Trans Organized Crime, RUU tentang ratifikasi traffictiong in person, especialy women dan children, RUU pornografi dan porno aksi, -pengembangan lembaga pendampingan bagi kelompok usaha ekonomi kecil perempuan,-rencana pendirian Internasional Indonesia Women University untuk mempercepat peningkatan sumber daya mansuia perempuan yang akan dilaksanakan di Bandung, -pemetaan buta huruf perempuan..-kerja sama dengan badan internasional, seperti kerjasama dengan UNFPA, UNDP, JICA, ADB, AUS AID, US AID dan World Bank. Sedangkan 6 prioritas program mencakup peningakatan derajat kesehatan perempuan seperti angka kematian, anemia; peningkatan pendidikan perempuan; peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi produktif; perbaikan dan penegakan supremasi hukum; peningkatan keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan; dan perubahan tata nilai budaya dan penafsiran ajaran agama terhadap gender.Banyak banget, menteri sebelumnya ngapain aja ya?
(dni/)











































