Kapolda Sulselbar Irjen Burhanunddin Andi mengecek kantor Celebes TV Makassar yang diserang massa pendukung salah satu calon wali kota. Baru seorang diamankan.
"Satu diamankan sebagai saksi," kata Burhanunddin ditemui detikcom di kantor Celebes TV, lantai 15 Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (25/6/2013).
Burhanuddin mengakui ada beberapa nama dipegang polisi. Namun belum ada yang layak ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mendalami berbagai keterangan dan alat bukti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Burhanuddin berharap Pilwalkot Makassar berlangsung tertib dan aman. Pihaknya berencana mengumpulkan semua kandidat beserta pendukungnya untuk membuat komitmen bersama mengusung Pilkada Damai. Tujuannya, tindakan serupa tidak terulang.
Direktur Celebes TV, Husain Abdullah, menyayangkan aksi penyerangan di kantornya saat program siaran langsung diskusi yang membahas tema politik lokal jelang pemilihan Walikota Makassar. Dalam penyerangan massa ini sejumlah peralatan studionya mengalami kerusakan.
"Jika penyerangan ke kantor media ini tidak diusut tuntas oleh polisi, maka akan timbul preseden buruk yang bisa memicu aksi-aksi berikutnya, sehingga kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di negeri ini akan terancam sirna," ujar Husain yang juga menjabat Press Officer Jusuf Kalla ini.
Penyerangan dilakukan pada pukul 20.45 Wita, Senin (24/6). Belasan pendukung tim sukses bakal calon wali kota Supomo Guntur-Kadir Halid, menyerbu saat program "Obrolan Karebosi" berlangsung.
Massa memukuli tim sukses bakal calon Wali Kota Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah yang bernama Arsyad, hingga wajahnya bengkak-bengkak. Selain itu, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, DR Firdaus Muhammad ikut dihardik oleh massa pendukung Supomo-Kadir Halid tersebut. Program yang fokus membahas politik lokal ini mengusung tema: "Saling Gembosi SUKA-NOAH"
(mna/trw)










































