Profil Menteri yang Memimpin Departemen (2)
Kamis, 21 Okt 2004 06:00 WIB
Jakarta - Berikut ini adalah lanjutan profil menteri Kabinet Indonesia Bersatu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla yang memimpin departemen.Menteri Pertanian Anton ApriantonoPria berkacamata kelahiran Serang 5 Oktober 1959 ini terkenal sebagai Dewan Pakar Indohalal.com, situs yang concern pada kehalalan produk yang dikonsumsi masyarakat. Sekolah yang pernah dilaluinya adalah S1 Teknolohi Pertanian IPB, S2 Ilmu Pangan IPB, S3 Kimia Pangan Reading University Inggris.Kariernya dibangun sebagai dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB dan dosen tamu di National University of Singapore. Saat ini dia tercatat sebagai peneliti di LPOM.Menteri Kesehatan Fadilah SupariDia merupakan muka baru dalam kabinet SBY. Kepala Riset Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, ini mengaku terkejut ketika dihubungi SBY dan kemudian saat menghadap diminta menjadi menteri kesehatan.Menteri Pekerjaan Umum Djoko KirmantoIa adalah pejabat karir di Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Terakhir menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Kimpraswil. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Dirjen Perumahan dan Permukiman Depkimpraswil. Menteri Sosial Bachtiar ChamsyahIa salah seorang kader terbaik Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Terakhir ia didaulat menjadi calon Ketua Umum PPP bersaing dengan Hamzah Haz. Ia kalah namun menyatakan tetap setia kepada garis perjuangan partainya.Ia dipercaya menakhodai kebangkitan Departemen Sosial di pemerintahan Megawati. Sebelumnya, pada era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), departemen sosial dilikuidasi dengan alasan tidak diperlukan.Menteri Pendidikan Nasional Bambang SudibyoSalah satu pendiri Partai Amanat Nasional ini lahir di Temanggung 8 Oktober 1952. Guru besar UGM ini pernah menjabat sebagai menteri keuangan era Gus Dur. Gelar sarjana ekonominya didapat dari UGM, sedangkan gelar S2 dan S3 diraih dari AS.Bambang pernah menjadi anggota MPR dari Utusan Golongan mewakili ISEI, anggota Tim Penasihat Khusus Presiden, anggota Komite Kebijakan Publik Kementerian Pendayagunaan BUMN dan pernah juga duduk sebagai Komisaris PTPN X.Menteri Agama Muhammad Mahtuh BasyuniKetika dipanggil untuk dites sebagai menteri, pria ini masih menjabat sebagai Dubes RI untuk Arab Saudi. Alumni Pondok Pesantren Gontor ini pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Kepresidenan pada zaman Presiden Soeharto dan saat Gus Dur naik, orang NU ini dipercaya sebagai Sekretaris Negara.Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy NumberiMantan menteri pendayagunaan aparatur negara (Men-PAN) pada masa Megawati ini lahir di Serui 15 Oktober 1947. Pendidikan dasar hingga menengahnya dihabiskan di propinsi paling timur Indonesia, Irian Jaya. Setelah lulus SMA (1967) di Jayapura, ia lalu masuk Akabri (1968). Pria kelahiran Serui, 15 Oktober 1947, ini kemudian masuk pendidikan khusus AAL di Surabaya (1969) dan lulus Desember 1971. Karier puncak di TNI AL yang disandangnya adalah Komandan Pangkalan Utama TNI AL V Irian Jaya - Maluku sebelum dipilih menjadi Gubernur Irja, April 1998. Ia menempuh pendidikan di AAL di Surabaya dan Akabri. Selain itu juga pernah menjabat sebagai Duber RI untuk Italia, dan Komandan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Parchim, Froschm dan Kondor.Menteri Perhubungan Hatta RajasaDi masa Megawati, pria kelahiran Palembang 18 Desember 1953 ini menjabat sebagai Menristek. Sekjen PAN ini terjun ke politik setelah sukses di dunia bisnis. Lulusan ITB ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Arthindo dan Wakil Manager Teknis PT. Meta Epsi, perusahaan pengeboran minyak.Bapak empat anak ini juga pernah menjadi ketua delegasi "Pertemuan Partai Politik di Asia", di Filipina dan anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan APEC di Kanada.Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi IdrisPria kelahiran Jakarta 20 September 1943 adalah lulusan Fakultas Ekonomi UI. Sembari berpolitik, Fahmi dikenal sebagai pengusaha. Dia tercatat pernah menjadi direktur dan komisaris sejumlah perusahaan.Karier organiasinya dimulai sebagai Ketua HMI hingga pengurus DPP Partai Golkar sebelum dipecat oleh Akbar Tandjung karena membelot mendukung pencalonan SBY. Fahmi pernah menjabat sebagai Menaker pada 1998-1999.
(gtp/)











































