Sutrisno Tak Tahu Duit Bayar Utang Berasal dari Proyek Alkes

Sutrisno Tak Tahu Duit Bayar Utang Berasal dari Proyek Alkes

Ferdinan - detikNews
Kamis, 20 Jun 2013 17:21 WIB
Sutrisno Tak Tahu Duit Bayar Utang Berasal dari Proyek Alkes
Jakarta - Komisaris PT Selaras Inti Internasional, Sutrisno Bachir mengaku tidak mengetahui duit Rp 1,4 miliar pengembalian utang yang diterimanya berasal dari proyek alat kesehatan. Duit ini dikembalikan adik ipar Sutrisno bernama Nuki Syahrun.

"Ini kan pengembalian utang, bahwa itu Nuki dari hasil bisnis alkes saya nggak tahu," kata Sutrisno dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan alkes di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Sutrisno menerangkan, Nuki yang juga bekerja di Sutrisno Bachir Foundation memiliki utang Rp 3 miliar. Pinjaman ini diajukan ke direksi PT Selaras Inti Internasional. Utang kemudian dikembalikan Nuki dalam 2 tahap. Pertama Rp 225 juta ke rekening pribadi Sutrisno dan Rp 1,2 miliar ke rekening PT Selaras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Ketum PAN itu mengaku tidak tahu detil peminjaman dan pengembalian uang ini karena hal ini diurus direksi. "Dana pribadi atau perusahaan yang mengelola board of director, makanya saya betul lupa detailnya," tutur dia.

Pada persidangan Senin (17/6), Nuki mengakui duit yang dikirim berasal dari fee yang diterimanya dari pengurusan penyediaan alat kesehatan. Nuki staf pemasaran Heltindo mendapat keuntungan Rp 1,7 miliar dari pembelian rontgen dari PT Airindo Sentra. Pembelian rontgen ini terkait dengan pengadaan alkes di Kemenkes.

Dalam perkara ini, mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Kemenkes Ratna Dewi Umar didakwa melakukan korupsi pengadaan alkes pada tahun 2006 dan 2007. Kasus ini mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 50,477 miliar dari empat pengadaan.

(fdn/rmd)


Berita Terkait