"Dia dulu memang tidak setuju. Tapi sekarang yang meminta dia. Permintaan dia dengan membuat surat," ujar Soekarwo kepada wartawan usai rapat paripurna di gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (20/6/2013).
Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini menerangkan, pimpinan jamaah Syiah Sampang, Iklil Almial meminta kepada Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono, agar jamaahnya dipindahkan dari GOR menuju ke tempat rumah susun di Jemundo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, selama tinggal di pengungsian, jamaah Syiah tidak menentu nasib masa depannya. "Bagaimana memikirkan masa depannya, kalau dari segi rumah tanggnya saja tidak memenuhi syarat," katanya.
Pemprov jatim juga akan memikirkan masa depan jamaah Syiah. Namun dalam kurun waktu seminggu ini, lebih konsentrasi mengurus perpindahan pengungsi dari GOR ke rusun di Jemundo.
"Kelihatannya pindah dulu, baru minggu kemudian dibicarakan. Misalnya, ada yang terampil dan mempunyai kompetensi membuat anyaman, maka bisa di tempatkan ke perusahaan pembuat anyaman. Atau diberikan pelatihan dulu," paparnya.
Meskipun pengungsi ini sudah dipindahkan dari GOR Sampang dan jauh menuju ke Sidoarjo, mereka masih tetap memiliki aset di kampung halamannya.
"Tetap asetnya dia, tetap punya dia. Tidak ada ganti rugi. Kalau mau mengeloa asetnya bagaimana bisa, karena orangnya (tinggal ) di Jemundo," jelasnya.
(roi/ndr)










































