Benarkah Ada Pertarungan Faksi Anis dan Tifatul di PKS?

Benarkah Ada Pertarungan Faksi Anis dan Tifatul di PKS?

Indra Subagja - detikNews
Kamis, 06 Jun 2013 11:40 WIB
Benarkah Ada Pertarungan Faksi Anis dan Tifatul di PKS?
Jakarta - Isu soal BBM di PKS memunculkan banyak dugaan. Bukan apa-apa, suara Wasekjen PKS Fahri Hamzah yang keras menolak kenaikan BBM bertentangan dengan suara anggota majelis syuro Tifatul Sembiring. Benarkah ada perpecahan faksi?

"Ada tarik menarik faksi di PKS. Sikap soal BBM ini akumulasi perselisihan faksi," terang pengamat politik UGM Arie Sujito saat berbincang, Kamis (6/6/2013).

Fahri dikenal sebagai kalangan muda yang dekat Anis Matta. Ada juga nama lain yang masuk lingkaran Anis seperti misalnya Andi Rahmat. Sementara Tifatul sejalan dengan Salim Segaf Aljufri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menengok ke belakang, suara kelompok Anis Cs dalam kasus Luthfi saja misalnya, bisa dilihat dari ucapan Fahri Hamzah yang melakukan perlawanan pada KPK. Tapi kelompok Tifatul lewat Salim Segaf cenderung manut pada proses hukum.

"Perselisihan ini semakin meninggi tekanannya menyusul ditangkapnya Luthfi Hasan oleh KPK. Jadi, saat ini sedang goyah dan belum ada formula untuk meredam persinggungan antar faksi ini," terang doktor politik yang kajiannya tentang PKS ini.

Naiknya Anis Matta menjadi presiden PKS juga dinilai Arie menimbulkan polemik. Kubu yang tak sejalan melihat Anis sebagai tokoh muda masih belum pantas. Tapi, karena menjadi solusi darurat PKS tak punya pilihan.

"Kemudian ketika kenaikan BBM akumulasi persinggungan semakin menjadi. Kubu Anis melihatnya sebagai manuver untuk mencari simpati publik. Tapi kubu Tifatul cenderung tidak ingin ada gejolak, cooling down pada penyiapan pemilu, tak ingin ramai di Setgab," ulas Arie.

Arie yakin, ke depan akan ada ledakan-ledakan yang lebih seru dari masing-masing faksi. Kalangan muda Fahri Cs akan membuat banyak kejutan yang tentu akan kembali berbenturan dengan kelompok Tifatul.

"Kedua faksi ini di DPP saya nilai masih sama-sama kuat, demikian juga ke DPW. Untuk ke kader bawah juga, masing-masing punya pendukung," tutupnya.

(ndr/nal)


Berita Terkait