Pembangunan Polder di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terganggu Rob

Pembangunan Polder di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terganggu Rob

- detikNews
Senin, 03 Jun 2013 20:38 WIB
Pembangunan Polder di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terganggu Rob
Rob di Pelabuhan Tanjung Emas (Angling/detikcom)
Semarang - Hujan yang mengguyur kota Semarang sejak dini hari tadi menyebabkan rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang naik. Hal tersebut menyebabkan pembangunan sistem polder di klaster 2 dan 3 terhambat.

Dari pantauan detikcom, jalan menuju pelabuhan yaitu Jl Ronggowarsito terendam rob setinggi betis orang dewasa. Sedangkan gerbang masuk di pos 4 pelabuhan Tanjung Emas juga tergenang air.

Staff humas PT Pelindo III, Husninatul Ghassani mengatakan rob memang selalu menjadi kendala pembangunan polder yang ditargetkan selesai tahun 2014 itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rob tinggi agak menghambat pembangunan sistem polder klaster 2 dan 3," kata perempuan yang akrab di panggil Nina itu di kantornya, PT. Pelindo III, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (3/6/2013).

Nina menambahkan, Kluster 2 merupakan pembangunan kolam retendi untuk menampung air hujan dan buangan dari pabrik-pabrik. Sedangkan kluster 3 adalah untuk sistem drainase.

"Untuk kluster 1 yaitu tanggul di dermaga dan kluster 4 untuk sistem pompa tidak terlalu terganggu karena belum urgent," tandasnya.

Meski demikian pembangunan polder yang sudah mencapai 60% tersebut diharapkan tetap selesai sesuai pada waktunya yaitu tahun 2014.

"Kendala ya rob, gejala alam memang berpengaruh pada proses pembagunan apapun," pungkas Nina.

"Tapi untuk aktifitas pelabuhan tidak terganggu. Hanya bongkar muat kedelai impor dihentikan karena hujan," imbuhnya.

Tidak hanya aktifitas pembangunan polder yang terganggu, sopir truk trailer pun mengeluh dengan rob yang tinggi karena harus memberikan perawatan ekstra pada kendaraannya.

"Kalau kena rob kan cepat berkarat, jadi harus di bersihkan setelah dari sini," kata salah satu supir truk, Madi.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini