Pesangon Dipotong Utang, 100 Eks Karyawan BDB Demo

Pesangon Dipotong Utang, 100 Eks Karyawan BDB Demo

- detikNews
Senin, 18 Okt 2004 12:36 WIB
Denpasar - Sekitar 100 eks karyawan Bank Dagang Bali (BDB) berunjuk rasa setelah mengetahui dua kali pesangon yang diterimanya dipotong utang dan pajak.Pencairan pesangon dimulai hari ini, Senin (18/10/2004), melalui transfer rekening Bank Mandiri. Para eks karyawan memulai aksinya pukul 10.00 WITA di Kantor Pusat BDB jalan Gajah Mada Denpasar.Aksi dilakukan tanpa poster atau atribut apa pun. Mereka menuntut Tim Likuidasi dibubarkan karena tidak bisa menyelesaikan persoalan PHK dan pesangon karyawan, serta tidak dapat memperjuangkan hak-hak karyawan."Tim Likuidasi telah berani mengambil keputusan karyawan di-PHK setelah menerima dua kali pesangon. Padahal pada kesepakatan sebelumnya kami mendapat lima kali pesangon, dua kali oleh pihak Tim Likuidasi dan tiga kali oleh pihak pemegang saham," kata seorang eks karyawan yang keberatan disebut namanya.Para eks karyawan juga menuding Tim Likuidasi memotong pesangon yang mereka terima dengan utang dan pajak. "Kalau Tim Likuidasi tidak bisa memperjuangkan hak karyawan, lebih baik dibubarkan saja," seru seorang ibu.Dari 685 eks karyawan, sebanyak 557 orang memiliki utang di BDB. Dari pemotongan pesangon, ada sekitar 40 orang yang jika pesangonnya dipotong utang mendapat minus Rp 24 juta.Sementara pesangon tertinggi yang diterima setelah dipotong utang berkisar Rp 400-700 juta untuk jabatan direktur."Ada yang berutang di luar batas kemampuan, lebih dari 30 persen pendapatan. Pemotongan pesangon juga atas keinginan eks karyawan. Namun memang ada sebagian lagi karyawan yang tidak terima," kata Ketua Tim Likuidasi Wayan Deko Arjana.Arjana menemui para eks karyawan yang dikoordinatori oleh Ketua Forum Eks Karyawan BDB Anak Agung Sudiptha Panji untuk melakukan dialog."Tidak masalah Tim Likuidasi dibubarkan. Kita tidak mencari pekerjaan di sini. BI yang mengangkat kita. Silakan kirim surat ke BI," tukas Arjana.Meski kecewa, para eks karyawan mengakhiri aksinya pukul 12.30 WITA. Mereka meninggalkan lokasi dengan wajah merengut. Beberapa dari mereka memainkan gas mobil dan motor hingga meraung-raung. Namun aksi yang mendapat pengamanan aparat kepolisian itu tetap berlangsung tertib. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads