Bocah Korban Penganiayaan Bibi Dimakamkan, Tak Ada Keluarga yang Hadir

Bocah Korban Penganiayaan Bibi Dimakamkan, Tak Ada Keluarga yang Hadir

Khairul Ikhwan - detikNews
Senin, 27 Mei 2013 15:13 WIB
Bocah Korban Penganiayaan Bibi Dimakamkan, Tak Ada Keluarga yang Hadir
Almarhumah Helena saat dirawat di RS (dok detikcom)
Medan - Setelah disemayamkan satu hari, jenazah bocah korban penganiayaan bibinya sendiri Helena Giawa, akhirnya dikebumikan. Tak ada keluarga dekat yang mengantarkan ke liang lahat.

Helena dikuburkan di pekuburan Kristen Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/5/2013), sekitar pukul 13.30 WIB. Seremoni pengebumian dilakukan warga suku Nias yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Daerah Sumatera Utara (Sumut).

Bendahara Himni Sumut, Bedali Lase menyatakan, pengebumian dilakukan setelah pihaknya berkomunikasi dengan keluarga yang berada di Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendapatkan izin keluarga, maka kita laksanakan pengebumian," kata Lase di Rumah Sakit Umum (RSU) Bolonia, sesaat sebelum pengebumian.

Helena yang masih berusia 2,5 tahun meninggal dunia pada Minggu (26/5/2013) sekitar pukul 08.30 WIB di Murni Teguh Memorial Hospital, Jalan Jawa, Medan. Bocah perempuan ini menderita berbagai trauma di tubuh dan kepala, menjadi buta dan bisu akibat penganiayaan yang dilakukan bibinya sendiri Irn (28). Penganiayaan itu terjadi pada 28 Januari lalu di Desa Langkimat, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumut, dan pelaku sudah ditangkap polisi.

Sejak kematian ayahnya, A. Giawa pada Agustus 2012, Helena dititipkan ke rumah abang ayahnya, Roy Giawa, sementara ibunya menikah lagi. Diduga istri Roy Giawa, Irn (28) melakukan penganiayaan karena tidak menyukai kehadiran Helena di rumah itu.

(rul/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini